TribunJateng/

Sikapi Tragedi Juwana, Anggota DPR Ini Minta Regulasi Tambatan Kapal Segera Dibuat

Firman Soebagyo meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera memberi kejelasan mengenai tambatan kapal dalam bentuk regulasi.

Sikapi Tragedi Juwana, Anggota DPR Ini Minta Regulasi Tambatan Kapal Segera Dibuat
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Sedikitnya 14 kapal terbakar di alur Sungai Silugonggo, Bakaran, Pelabuhan Juwana, Kabupate Pati, Jateng, Sabtu (15/7/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Tragedi kebakaran kapal di Juwana membuat anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, meminta pemerintah segera membuat regulasi tentang tambatan kapal.

Menurut Firman, kebakaran itu menghanguskan kapal besar milik saudagar yang memiliki ekonomi relatif mapan.

Namun, tak semua kapal yang tambat di Pelabuhan Juwana serta merta milik warga Pati.

"Ada kapal milik orang Pemalang. Bahkan ada kapal milik orang Tuban," kata Firman, Minggu (16/7/2017).

Tambatan kapal di Pelabuhan Juwana perlu dievaluasi, harapnya, mengingat satu dengan lain amat rapat.

Dia membantah rumor bahwa penyebab dari kebakaran itu adalah moratorium penggunaan cantrang.

"Saya ingin meluruskan, kabar itu saya rasa tidak benar," tandas dia.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, padatnya kapal yang ditambat di muara Silugonggo berpengaruh terhadap aliran sungai.

Ia menekankan perlunya kajian mengenai tambatan kapal.

"Kalau memang tingkat daerah memang harus melalui Perda. Tapi tak sekadar itu karena ini menyangkut urusan nasional. Kapal yang tambat di Juwana tak sekadar kapal yang dimiliki orang Juwana. Ada kapal dari daerah lain di muara Sungai Solugonggo," jelasnya.

Dia meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera memberi kejelasan mengenai tambatan kapal dalam bentuk regulasi. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help