TribunJateng/

Sulit Urus Surat Izin Penangkapan Ikan, 12.000 Nelayan Kota Tegal Jadi Pengangguran

Karena tak bisa mengurus SLO dan SIPI, banyak kapal nelayan masih bersandar di pelabuhan perikanan.

Sulit Urus Surat Izin Penangkapan Ikan, 12.000 Nelayan Kota Tegal Jadi Pengangguran
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Nelayan membongkar hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Tegalsari, Kota Tegal, beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Selain kesulitan mengurus Surat Layak Operasi (SLO), nelayan cantrang juga kesulitan mengurus Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Sabtu (15/7/2017), nelayan cantrang menyegel Kantor Satker Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pelabuhan Perikanan Tegalsari, Kota Tegal.

Aksi itu sebagai bentuk kekecewaan lantaran SLO tidak kunjung dikeluarkan pihak Kementerian.

Padahal, hasil mediasi nelayan dan pemerintah di Jakarta menyepakati penggunaan alat tangkap cantrang diperpanjang hingga akhir tahun ini.

Karena tak bisa mengurus SLO dan SIPI, banyak kapal nelayan masih bersandar di pelabuhan perikanan.

Mereka tak mengantongi dua dokumen penting untuk melaut itu.

Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Eko Susanto, menyatakan ada tenggang waktu penggunaan alat tangkap cantrang sampai Desember tahun ini.

Kenyataannya, para nelayan tak berani melaut.

"Kami tak berani karena SIPI yang dimiliki sudah habis masa berlakunya pada awal bulan Juli 2017. Kami mau memperpanjang tapi terbentur Peraturan Menteri (Permen) No 2/2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Tangkap Trawl dan Seine Nets atau Cantrang," jelas Eko, Minggu (16/7/2017).

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help