TribunJateng/

Bupati Demak Buka Program Padat Karya Pembuatan Kandang Kambing Komunal

Bupati Demak, M Natsir secara resmi membuka kegiatan padat karya infrastruktur Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Demak

Bupati Demak Buka Program Padat Karya Pembuatan Kandang Kambing Komunal
ISTIMEWA/HUMAS PEMKAB DEMAK
: Bupati Demak, M Natsir ikut mencangkul saat membuka kegiatan padat karya di Kecamatan Demak, Senin (17/72017) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bupati Demak, M Natsir secara resmi membuka kegiatan padat karya infrastruktur Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Demak di Desa Bango, Kecamatan Demak, Senin (17/7/2017).

Kepala Disnakerind Eko Pringgo Laksito menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam membantu memberikan peningkatan kesempatan kerja bagi warga masyarakat baik kategori pengangguran maupun setengah penganggur.

"Jenis kegiatan padat karya ada dua yaitu padat karya infrasruktur dengan mengadakan pengerasan atau pengurugan badan jalan dengan volume pekerjaan panjang 508 meter, lebar 3,5 meter dan ketinggian 30 s/d 50 cm dengan 3 orang tenaga tukang, 3 ketua kelompok dan 60 pekerja selama 23 hari," jelas Eko.

Dalam kegiatan pertama tersebut ketua kelompok mendapat upah sebesar Rp 65 ribu per orang per hari, tukang Rp 70 ribu per orang per hari dan pekerja Rp 60 ribu per orang per hari.

"Sedangkan untuk padat karya produktif telah dipilih 3 desa untuk pembuatan kandang kambing komunal (kandang kambing untuk kelompok) dengan ukuran lebar 5 meter x 9 meter yang dikerjakan sebanyak 33 orang. 3 desa tersebut yaitu desa Tlogorejo kecamatan Karangawen, desa Wonokerto kecamatan Karangtengah dan desa Pecuk kecamatan Mijen", lanjut Pringgo.

Kandang sudah pada tahap finishing dan Kambing akan diserahkan oleh Bupati kepada 3 perwakilan masing-masing desa.

Di lain sisi, Natsir menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan padat karya kali ini. Menurutnya, padat karya telah terbukti nyata memberikan kontribusi positif dan mampu memberdayakan masyarakat.

"Kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis dan efektif dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengingat 160.820 atau 14.62 % warga Demak berada dibawah garis kemiskinan," imbuh Natsir.

Natsir berharap kegiatan ini dapat diproyeksikan sebagai program berkelanjutan dan bukan hanya sesaat. Sehingga nantinya para peserta program bisa hidup mandiri dan memiliki sumber penghidupan. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help