TribunJateng/

LAGI, Calon Penumpang Pesawat Diperiksa Polisi Karena Bercanda Terkait Bom di Bandara

Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Binaka, Gunungsitoli, Sumatera Utara, MPDG, harus berurusan dengan polisi karena candaan terkait bom.

LAGI, Calon Penumpang Pesawat Diperiksa Polisi Karena Bercanda Terkait Bom di Bandara
KOMPAS.com/Hendrik Yanto Halawa
Kasat Reskrim Polres Nias AKP Hendrik. Hendrik membenarkan ada seorang calon penumpang pesawat di Bandara Binaka Gunungsitoli, Sumatera Utara, yang diamankan polisi karena candaannya soal bom. 

TRIBUNJATENG.COM, GUNUNGSITOLI – Seorang calon penumpang pesawat di Bandara Binaka, Gunungsitoli, Sumatera Utara, MPDG, harus berurusan dengan polisi karena candaan terkait bom. Akibat ulahnya, pelaku diboyong ke Mapolres Nias, Senin (17/7/2017).

Petugas Keamanan Bandara Binaka Gunungsitoli, Yarman Larosa mengatakan, kejadian bermula saat MPDG meletakkan barangnya di dalam x-ray. Operator x-ray memberitahu untuk memeriksa barang bawaan calon penumpang tersebut.

Saat ditanya isi barang bawaan, calon penumpang tersebut justru melontarkan kata-kata sembari bercanda bahwa tak ada bom. "Kami minta untuk memeriksa barang bawaannya, dan menjawab 'tak ada bom,” ucapnya menirukan MPDG, Senin (17/7/2017).

"Dia kami diamankan dan membawanya ke Mapolres Nias beserta barang bawaannya," tambahnya.

Baca: Duh ! ! Gara-gara Oknum Polisi Bercanda Soal Bom Akibatkan Penerbangan Lion Air Terganggu

Kasat Reskrim Polres Nias AKP Hendrik membenarkan hal tersebut. Karena candaannya, perjalanan MPDG harus tertunda. Seharusnya, ia berangkat dari Bandara Binaka Gunungsitoli menuju Bandara Soekarno Hatta.

"Pemeriksaan sementara sedang dilakukan penyidik, dia bercanda. Dia nggak ada maksud untuk menakuti. Dia pergi ke Jakarta untuk cari kerja dan berencana tinggal di Bekasi," ucap Hendrik. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Senin (17/7/2017) dengan judul: Bercanda Soal Bom di Bandara, Calon Penumpang Ini Digiring ke Polisi

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help