TribunJateng/

Mahasiswa Undip Ini Buatkan Posdaya Lele, Sayur, Unggas untuk Panti Asuhan Riyadussalam

Mahasiswa Undip melalui program pengabdian masyarakat mendirikan Posdaya Lele, Sayur, Unggas dengan Metode Hidroponik di panti asuhan Riyadussallam

Mahasiswa Undip Ini Buatkan Posdaya Lele, Sayur, Unggas untuk Panti Asuhan Riyadussalam
ISTIMEWA
Mahasiswa Undip melalui program pengabdian masyarakat mendirikan Posdaya LSU (Lele, Sayur, Unggas) dengan Metode Hidroponik di panti asuhan Riyadussalam 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Undip melalui program pengabdian masyarakat mendirikan Posdaya LSU (Lele, Sayur, Unggas) dengan Metode Hidroponik di panti asuhan Riyadussalam.

Panti asuhan yang telah berdiri sejak 2001 ini terletak di Jalan Ngumpal Sari Raya RT 2 RW 4, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang.

Para mahasiswa Undip tersebut antara lain, Rif’at Ayu Wijdan Irham (Ekonomi Islam 2015), Rahmat Fitriansyah (Ekonomi Islam 2015), Khisnun Baani (Manajemen 2014), dan Annisa Larasati Dewi (Budidaya Perairan 2014).

Mereka menitik beratkan pada pentingnya peran mahasiswa dalam membantu pemerintah untuk menciptakan semangat dan jiwa wirausaha dalam diri anak-anak pantia suhan Riyadussalam.

Rif’at Ayu Wijdan Irham menjelaskan, gagasan awal dari pelaksanaan program ini terinspirasi dari ungkapan terkenal milik presiden RI Soekarno yaitu beriaku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya beriaku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

"Mahasiswa dalam upaya mewujudkan misi itu harus memastikan bahwa anak-anak panti tersebut mempunyai modal hati dan pikiran yang kuat sebagai bekal untuk masa depan negara," ujarnya dalam rilis, Minggu (16/7).

Adapun pelatihan kewirausahaan merupakan salah satu cara untuk memberikan modal pikiran dan pengetahuan agar kelak mereka bias mandiri secara finansial.

"Nasib mereka, yang berarti juga nasib bangsa, ada ditangan kita. Penting sekali untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan sedini mungkin melalui peran keluarga, lembaga, sekolah dan pendidikan," imbuhnya.

Program ini memiliki beberapa tahapan-tahapan, pertama menentukan sasaran program pelatihan Posdaya LSU, kedua mensosialisasikan program wirausaha pelatihan lele, ketiga pelaksanaan program yakni dengan pembuatan dan pengisian kerangka LSU, pelatihan kewirausahaan dan Posdaya LSU, dan pelatihan pengolahan produk dengan bahan dasar ikan lele.

Rencana tahapan selanjutnya adalah perealisasian kerjasama bersama IKAFE dan Peduli Dhuafa untuk penambahan kolam dan jenis ikan, penjualan dari produk olahan ikan lele berupa kerupuk berbagai rasa yang dijual off line maupun on line serta legalisasi produk olahan dengan pengurusan PIRT. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help