TribunJateng/

Menteri Yohana Sebut Diskriminasi Pada Siswi Baru Non-Islam di Banyuwangi Melanggar UUD 1945

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise menyebut, siswi non-Islam di Banyuwangi yang diminta berjilbab melanggar UUD.

Menteri Yohana Sebut Diskriminasi Pada Siswi Baru Non-Islam di Banyuwangi Melanggar UUD 1945
tribunjateng/abdul arief
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise menyoroti peristiwa diskriminasi beragama yang dialami calon siswi berinisial NWA yang akhirnya mengundurkan diri dari SMP 3 Genteng Banyuwangi.

Menurut Yohana, kepala sekolah melanggar Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Kalau dilihat, UUD 1945 kan menjamin semua WNI, baik perempuan, laki-laki atau anak-anak, dilindungi hak-hak mereka dan kalau sampai peristiwa itu terjadi, berarti sudah melanggar UUD 1945," ujar Yohana di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Tidak hanya itu, kepala sekolah juga dinilai melanggar Konvensi Hak Anak yang sudah diratifikasi oleh Presiden Joko Widodo.

"Setiap anak mempunyai hak sama, tanpa diskriminasi. Berhak bersekolah, bermain, berkreatif serta memenuhi tumbuh kembang mereka dan harus dilindungi dari tindak kekerasan," ujar Yohana.

Baca: Siswi Non-Islam di Banyuwangi Batal Masuk Sekolah Negeri Setelah Diwajibkan Berjilbab

Secepatnya, Yohana akan berkomunikasi dengan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas soal tindak diskriminasi tersebut.

Diberitakan, NWA adalah calon siswa pada SMP 3 Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. Ia memilih mengundurkan diri karena salah satu syarat untuk masuk ke sekolah itu adalah menggunakan jilbab bagi seluruh pelajarnya. Sementara, NWA non-Islam.

Bupati Banyuwangi sudah menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah daerah. Sebab, bagaimanapun, sekolah negeri adalah lembaga di bawah pemerintah daerah.

Ia meminta peristiwa diskriminasi serupa tidak terulang di kemudian hari. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Senin (17/7/2017), dengan judul: Siswi Didiskriminasi di Banyuwangi, Menteri Yohana Sebut Kepsek Langgar Hak Anak

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help