TribunJateng/

Sopir Bus jurusan Pemalang- Randudongkal Mogok, Penumpang Terlantar

Sopir bus medium atau lebih dikenal bus tiga perempat jurusan Pemalang- Randudongkal melakukan aksi mogok, Senin (17/7/2017)

Sopir Bus jurusan Pemalang- Randudongkal Mogok, Penumpang Terlantar
ISTIMEWA
Sejumlah penumpang terlantar karena aksi mogok sopir bus jurusan pemalang randudongkal, Senin (17/7/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,PEMALANG- Sopir bus medium atau lebih dikenal bus tiga perempat jurusan Pemalang- Randudongkal melakukan aksi mogok, Senin (17/7/2017).

Bus lain yang melewati Pemalang dan Randudongkal pun tidak beroperasi, mulai dari bus jurusan Pekalongan- Randudongkal, Pemalang- Purwokerto, hingga Tegal- Moga.

Aksi sopir mogok itu menuntut penghentian operasional bus antarkota antarprovinsi (AKAP) jurusan Jakarta di terminal Randudongkal.

Pengurus Perusahaan Otobus (PO) tiga perempat, Muhammad Toif Taswadi, menuturkan para pengusaha bus dan sopir meminta agar bus besar AKAP tidak mangkal di Terminal Randudongkal, Pemalang.

"Pasalnya, bus tersebut, kerap membawa penumpang dari Terminal Induk Pemalang menuju Terminal Randudongkal begitupun sebaliknya. Sehingga, penumpang yang biasanya naik di bus kami beralih ke bus itu," tutur Toif

Akibat beroperasinya bus AKAP itu, pendapatan bus tiga perempat jauh berkurang.

Kanit Lantas Polsek Randudongkal Polres Pemalang, Ipda Haru Ratnoto, dalam keterangan tertulisnya menuturkan sudah mengimbau kepada semua sopir dan perusahaan otobus agar tidak melakukan aksi mogok.

"Minggu, kami menghimbau agar sopir tidak melakukan aksi mogoknya. Tapi ternyata mereka tetap meneruskan aksinya," ucap Haru.

Akibat dari aksi mogok itu, kata dia, sejumlah warga yang akan berangkat sekolah dan bekerja harus gigit jari.

Melihat itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Pemkab Pemalang untuk mengangkut siswa untuk berangkat sekolah dan kerja hari ini.

"Dengan koordinasi dengan Pemkab Pemalang, akhirnya disediakan mobil dinas milik pemerintah untuk mengangkut para penumpang, terutama anak-anak sekolah," terangnya.

Ia meminta agar sopir tidak melakukan mogok dengan berlarut- larut. Haru juga mengingatkan agar para sopir atau kru bus tidak melakukan intimidasi kepada sopir lain yang justru ingin tetap beroperasi.

"Mereka yang tidak melakukan mogok tetap harus bekerja untuk menafkahi keluarga. Kami akan jaga dan amankan kegiatan ini sampai ada keputusan," imbuhnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: bakti buwono budiasto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help