TribunJateng/

Tangisan Iringi Pemakaman Hendy Boedoro. Widya Kandi Cerita Kenangan tentang Sosok Almarhum

Jenazah mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro selesai dikebumikan pada Senin (17/7/2017) pukul 12.30

Tangisan Iringi Pemakaman Hendy Boedoro. Widya Kandi Cerita Kenangan tentang Sosok Almarhum
Tribun Jateng/ponco wiyono
Istri almarhum Hendy Boedoro, Fransiska Kumalasari (kiri), menaburkan bunga disaksikan mantan istri Hendy, Widya Kandi Susanti (kedua dari kiri) dan keluarga saat pemakaman Hendy di Pemakaman Kelurahan Cangkiran, Senin (17/7/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jenazah mantan Bupati Kendal Hendy Boedoro selesai dikebumikan pada Senin (17/7/2017) pukul 12.30.

Kepergian Hendy diiringi haru biru dan ungkapan belasungkawa dari banyak pihak, termasuk kalangan pejabat Kota Semarang maupun Kabupaten Kendal.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang memberikan sambutan sebelum jenazah diberangkatkan mengatakan jika Hendy merupakan sosok guru bagi banyak pejabat berusia lebih muda seperti dirinya.

"Kiprah beliau sangat terkenang, rintisan beliau antara lain pelabuhan dan kawasan industri yang kelak bisa menjadikan Kendal lebih maju," ujarnya.

Demikian halnya Bupati Kendal Mirna Annisa, ia mengaku perlu meneladani kiprah Hendy semasa hidupnya.

Mirna mengatakan Hendy adalah sosok visioner yang menyatukan banyak pihak di kabupaten yang kini ia pimpin.

"Apa yang ingin saya tiru adalah kemampuannya mengumpulkan banyak orang menjadi saudara,"kata Mirna yang berdiri berdampingan dengan mantan istri Hendy, Widya Kandi Susanti.

Hadir pula dalam upacara pemakaman Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Rahayu dan Wakil Mirna, Masrur Masykur.‎

Tangisan keluarga almarhum mengiringi jasad Hendy saat diantarkan ke pemakaman Kelurahan Cangkiran.

Mantan istri Hendy sekaligus pendahulu Mirna, Widya beserta anak-anaknya tampak berjalan beriringan bersama istri almarhum, Fransiska Kumalasari yang menggendong putrinya.

"Beliau adalah orang baik, ide-de cemerlangnya patut diapresiasi, termasuk oleh saya yang meneruskan perjuangan beliau saat menjabat bupati. Kendal kehilangan tokoh pembangunan yang tidak mudah dicari gantinya," urai Widya kepada Tribun sebelum pemakaman.

(*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help