TribunJateng/

Wali Kota Semarang Segera Bangun 200 Homestay International di Kandri

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menggeber pengembangan pariwisata di Desa Wisata Kandri, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati.

Wali Kota Semarang Segera Bangun 200 Homestay International di Kandri
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ratusan warga memadati kawasan wisata Goa Kreo dalam acara "Kirab Sesaji Rewanda" yang beralamatkan di Jalan Raya Goa Kreo, Kandri, Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/7). Kirab sesaji rewanda merupakan napak tilas Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati pilihan di sekitar Goa Kreo, yang dihuni banyak monyet ekor panjang. Tradisi itu ditandai dengan sesaji gunungan buah-buahan untuk diberikan kepada monyet ekor panjang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menggeber pengembangan pariwisata di Desa Wisata Kandri, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati.

Hendi, sapaan akrab Hendra Prihadi, menyiapkan pembangunan 200 homestay dengan 355 kamar bertaraf internasional di kawasan tersebut.

Hendi mengatakan selain membangun desa wisata bertaraf internasional di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, juga akan dibangun infrastruktur pendukung desa wisata bertaraf internasional seperti akses jalan menuju lokasi, sanitasi air bersih, dan gedung pertunjukan kesenian.

"Ingin jalan-jalan di Desa Wisata Kandri dengan berjalan kaki juga kita akan bangun jalur pedestrian yang menarik," ujarnya, Senin (17/7).

Salah satu hal penting yang juga akan di bangun di Desa Wisata Kandri, kata Hendi, adalah terkait transportasi publik.

"Kami akan bangun 16 shelter kelurahan Kandri dengan 10 armada shuttle bus, selain itu kita juga akan melakukan rehab terminal bus Gunungpati," ujarnya.

Hendi menceritakan bahwa Desa Wisata Kandri ditetapkan menjadi Desa Wisata karena memiliki karakteristik khusus untuk menjadi daerah tujuan wisata dalam negeri bahkan mancanegara.

Hal menarik lainnya adalah penduduk di Desa Kandri , Semarang masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli.

Tak hanya itu, Kandri juga menawarkan sebuah pengalaman wisata melalui makanan khas serta alam dan lingkungan yang masih asli dan terjaga.

Untuk merealisasikannya, Hendi mewakili Pemkot Semarang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN), yang diwakili oleh Hendardji Soepandji.

Melalui MOU tersebut, baik Pemerintah Kota Semarang dan KSBN sepakat untuk bersama-sama mengupayakan pengembangan Desa Wisata Kandri di Kota Semarang.

Hendardji Supandji mengatakan KSBN akan mendatangkan lima ratus sampai seribu wisatawan mancanegara ke Kota Semarang, tepatnya di Desa Wisata Kandri. "KSBN itu akan mendatangkan lima ratus sampai seribu wisatawan asing ke desa itu, namun kelihatannya belum memenuhi syarat, maka kami bekerjasama melakukan konsepsi standar desa wisata bertaraf internasional," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help