TribunJateng/
Home »

Solo

Bahas Hasil Kerjasama Bilateral dengan Amerika, UNS Adakan Konsultasi Publik Bersama Kemendag

"Dengan hal itu, peningkatan volume perdagangan Indonesia ke pasar dunia dapat menempatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia," urainya

Bahas Hasil Kerjasama Bilateral dengan Amerika, UNS Adakan Konsultasi Publik Bersama Kemendag
Tribun Jateng/akbar hari mukti
Suasana konsultasi publik oleh di ruang seminar FISIP UNS, Solo, Senin (17/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional bekerjasama dengan Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) Solo, adakan acara Konsultasi Publik terkait hasil kesepakatan perundingan Bilateral Indonesia dengan Negara-Negara di Kawasan Amerika.

Konsultasi Publik itu dilaksanakan di Ruang Seminar FISIP UNS , Solo, Senin (17/7) sore.

Acara dihadiri dosen dan mahasiswa Prodi Hubungan Internasional FISIP dan Hukum Internasional Fakultas Hukum UNS, serta dihadiri oleh perwakilan dari Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Solo.

Agung Satyawan, dosen FISIP UNS yang didapuk memberikan materi pada acara tersebut, memaparkan, hasil kesepakatan yang dijalin oleh Indonesia dengan negara-negara Amerika sebagai hal yang penting.

"Ada peluang untuk menjadikan ekonomi Indonesia kuat, lewat peningkatan kerjasama Indonesia dengan negara-negara Amerika latin," ujarnya, berdasar rilis yang diterima Tribun Jateng, Selasa (18/7).

Ia pun menyampaikan, perlu ada terobosan baru dalam perdagangan barang dan jasa dalam perluasan pasar non-tradisional yang dijalankan oleh pemerintah saat ini.

"Dengan hal itu, peningkatan volume perdagangan Indonesia ke pasar dunia dapat menempatkan posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia," urainya.

Ia juga menyebut, kesepakatan bilateral untuk perdagangan di kawasan Amerika perlu diapresiasi dan diimplementasikan, untuk diketahui pelaku-pelaku usaha Indonesia dan juga Universitas di Indonesia, serta bisa dijadikan mitra untuk kajian ekonomi-politik perdagangan kawasan Amerika.

"Hal tersebut melalui fakultas-fakultas terkait dalam aspek legalitas dan dalam decision making process," ungkapnya.

Roro Yani Anggraini Nugraha, staff Kemendag RI menuturkan, pihaknya ingin punya akses ke seluruh wilayah dunia dalam aspek non tradisional dan tradisional.

"Karena perjanjian bilateral adalah alternatif target pasar untuk pengusaha Indonesia, sehingga tujuan dari adanya konsultasi public lewat seminar ini adalah untuk mensosialisasikan pentingnya FTA/CEPA (Free Trade Area/Comprehensive Economic Partnership Agreement) bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help