TribunJateng/

Dugaan Korupsi eKTP

BERITA LENGKAP Setya Novanto jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi eKTP, Ini Penjelasan KPK

"KPK menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7).

BERITA LENGKAP Setya Novanto jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi eKTP, Ini Penjelasan KPK
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi e-KTP di Jakarta, Jumat (14/7/2017). Senin (17/7/2017), KPK menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi KTP Elektronik (e-KTP).

"KPK menetapkan saudara SN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK Jakarta, Senin (17/7).

Menurut dia, Setnov diduga menguntungkan diri atau orang lain atau korporasi.

Setnov juga diduga menyalahgunakan kewenangan dan jabatan.

Setnov diduga ikut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,3 triliun dari nilai proyek pengadaan e-KTP mencapai Rp 5,9 triliun.

Agus menuturkan, penyidik KPK telah mengantongi dua alat bukti sehingga bisa menjerat Setnov sebagai tersangka.

"Kami punya dua alat bukti yang kuat, biar proses berikutnya diikuti saja di pengadilan," jelasnya.

Agus mengungkapkan, Setnov diduga memiliki peran dalam proyek e-KTP, baik dalam proses perencanaan, pembahasan anggaran di DPR, hingga pengadaan barang dan jaksa.

Dugaan korupsi yang diduga dilakukan Setnov melibatkan pengusaha Andi Agustinus (AA) alias Andi Narogong.

"SN melalui AA diduga telah mengondisikan peserta dan pemenang pengadaan barang dan jasa elektronik," terangnya.

Halaman
123
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help