TribunJateng/

Dugaan Korupsi eKTP

Inilah Sekilas Rekam Jejak Sosok Setya Novanto

Setya Novanto (Setnov) merupakan Ketua Umum Partai Golongan Karya hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2016 lalu

Inilah Sekilas Rekam Jejak Sosok Setya Novanto
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kemeja putih) dan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie (kemeja kuning) jelang rapat konsultasi di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (16/3/2017) 

TRIBUNJATENG.COM - Setya Novanto (Setnov) merupakan Ketua Umum Partai Golongan Karya hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) 2016 lalu.

Sederet kasus selama ini mewarnai perjalanan politikus kelahiran Bandung, 12 November 1954 itu.

Selain tersangkut perkara etik, sosok yang pernah mundur sebagai Ketua DPR itu juga pernah beberapa kali terseret sejumlah masalah di Tanah Air.

Namun sebelum ini, Setya Novanto belum pernah dinyatakan bersalah dalam kasus hukum apapun.

Nama Setnov pernah mencuat dalam kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden saat meminta jatah saham PT Freeport Indonesia.

Kasus itu sempat membuat marah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Setnov juga sering bolak-balik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi, karena namanya disebut dalam berbagai kasus, seperti korupsi e-KTP, suap Ketua MK Akil Mochtar, hingga kasus PON Riau.

Tak hanya itu, Setnov juga sempat membuat heboh publik tatkala hadir dalam kampanye bakal calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump.

Perjalanan politik Setnov pada partai berlambang pohon beringin itu dimulai dari bawah.

Tetapi, berkat kelihaiannya bergaul, ia berhasil dipercaya di berbagai posisi strategis.

Termasuk menjadi Bendahara Umum Kosgoro selama beberapa periode hingga akhirnya menjadi Bendahara Umum Partai Golkar.

Pada krisis Partai Golkar ketika terjadi dualisme kepengurusan, Novanto mendapat kepercayaan Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, untuk menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2018.

Namun, belum tuntas masa jabatannya, Novanto memutuskan mengundurkan diri sebagai ketua DPR pada 16 Desember 2015 lalu setelah tersandung kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden dalam permintaan saham PT Freeport Indonesia.

Pada 30 Desember 2016, Setnov kembali memimpin DPR setelah dalam kasus itu dinyatakan tidak bersalah. (Tribunjateng/cetak/Tribunnews)

Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help