TribunJateng/

Dugaan Korupsi eKTP

Anggota Komisi II DPR Asal Partai Golkar, Markus Nari, Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan politisi asal Golkar, Markus Nari, sebagai tersangka baru kasus pengadaan e-KTP.

Anggota Komisi II DPR Asal Partai Golkar, Markus Nari, Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi E-KTP
KOMPAS.COM/LUTFY MAIRIZAL PUTRA
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (17/4/2017) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru pada kasus proyek pengadaan KTP elektronik atau e-KTP.

Anggota DPR Markus Nari ditetapkan KPK sebagai tersangka baru dalam kasus ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, setelah mencermati fakta persidangan kasus e-KTP dengan terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Markus Nari sebagai tersangka.

"KPK menetapkan MN anggota DPR periode 2009-2014 sebagai tersangka," kata Febri, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Febri mengatakan, Markus Nari diduga secara sah melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau sebuah korporasi dalam pengadaan KTP elektronik tahun 2011-2013, pada Kementerian Dalam Negeri, yang merugikan keuangan negara.

Terhadap Markus, KPK mensangkakan Pasal 3 atau 2 Ayat 1 UU Nomor 31 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca: Kasus e-KTP: KPK Periksa Miryam untuk Tersangka Markus Nari

Sebelumnya, Markus Nari juga sudah berstatus tersangka dalam perkara menghalangi proses hukum kasus korupsi e-KTP.

Dalam perkara itu, Markus disangka melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Rabu (19/7/2017), dengan judul: KPK Tetapkan Markus Nari sebagai Tersangka Baru Kasus E-KTP

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help