TribunJateng/

Dugaan Korupsi eKTP

Anggota DPR Markus Nari Diduga Menerima Uang Rp 4 Miliar di Kasus E-KTP, Apa Perannya?

Anggota DPR Markus Nari diduga telah menerima uang Rp 4 miliar terkait dugaan korupsi proyek e-KTP. Apa perannya dalam proyek tersebut?

Anggota DPR Markus Nari Diduga Menerima Uang Rp 4 Miliar di Kasus E-KTP, Apa Perannya?
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Anggota DPR RI, Markus Nari saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (6/4/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Markus Nari, menjadi tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik. Apa peran politisi Golkar tersebut pada kasus ini?

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Markus diduga berperan dalam memuluskan pembahasan dan penambahan anggara e-KTP.

"Tersangka MN diduga berperan dalam memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek e-KTP di DPR," kata Febri, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (19/7/2017).

Sebagaimana terungkap dalam persidangan, lanjut Febri, Markus diduga memperkaya sejumlah korporasi yang terkait dalam pelaksanaan proyek e-KTP.

Kemudian pada tahun 2012, saat itu dilakukan proses pembahas anggaran untuk perpanjangan proyek e-KTP sekitar Rp 1,4 triliun.

Markus diduga meminta uang kepada Irman, pejabat Kemendagri yang sekarang sudah berstatus terdakwa di kasus e-KTP. Markus diduga meminta uang Rp 5 miliar kepada Irman. Sebagai realisasi permintaan tersebut, Markus diduga telah menerima sekitar Rp 4 miliar.

"Diduga telah terjadi penyerahan uang sekitar Rp 4 miliar kepada tersangka MN," ujar Febri.

Baca: Anggota Komisi II DPR Asal Partai Golkar, Markus Nari, Jadi Tersangka Baru Dugaan Korupsi E-KTP

KPK sedang mendalami indikasi penerimaan ataupun pemberian lain, baik pada Markus ataupun pihak lain.

KPK, sebelumnya menetapkan lagi tersangka baru pada kasus e-KTP. Kali ini, anggota DPR Markus Nari ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help