TribunJateng/

Dugaan Korupsi eKTP

Politisi Partai Golkar Ade Komarudin Diduga Diuntungkan 100 Ribu Dollar AS Dalam Proyek E-KTP

Majelis hakim yang mengadili perkara korupsi proyek e-KTP meyakini, Irman dan Sugiharto telah menguntungkan politisi Partai Golkar Ade Komarudin.

Politisi Partai Golkar Ade Komarudin Diduga Diuntungkan 100 Ribu Dollar AS Dalam Proyek E-KTP
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Politisi Partai Golkar Ade Komarudin saat memberikan keterangan pers di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (13/7/2017). Ade Komarudin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AA (Andi Agustinus alias Andi Narogong) yang diduga menerima aliran uang dalam korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Majelis hakim yang mengadili perkara korupsi proyek e-KTP meyakini, kedua terdakwa, yakni Irman dan Sugiharto, telah menguntungkan diri sendiri, orang lain, dan korporasi.

Satu di antaranya, menguntungkan politisi Partai Golkar Ade Komarudin sebesar 100.000 dollar AS.

"Bahwa selain itu, terdapat pihak lain yang diuntungkan oleh para terdakwa, yakni Ade Komarudin sebesar 100.000 dollar AS," ujar hakim Anwar saat membacakan pertimbangan putusan bagi Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Dua terdakwa mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, pernah mengakui ada uang yang diberikan kepada politisi Partai Golkar Ade Komarudin.

Hal itu dikatakan keduanya saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/6/2017).

Baca: Mantan Pejabat Kemendagri Divonis 7 dan 5 Tahun Penjara di Sidang Korupsi E-KTP

Awalnya, majelis hakim menanyakan, apakah Irman kenal dengan Ade Komarudin atau yang sering disapa Akom.

Menurut Irman, ia tidak hanya kenal dengan Ade Komarudin. Ia bahkan pernah memerintahkan anak buahnya untuk menyerahkan uang kepada Ade.

Irman mengakui bahwa sebelumnya ada permintaan uang dari Ade.

Dalam surat dakwaan, jaksa menjelaskan bahwa uang kepada Ade Komarudin diserahkan para terdakwa pada pertengahan 2013.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help