TribunJateng/

Korupsi e KTP

Nama Setya Novanto Tidak Muncul dalam Putusan Hakim Sidang Korupsi e-KTP

Dua terdakwa kasus korupsi KTP elektronik atau E-KTP, Irman dan Sugiharto, divonis masing-masing 7 tahun dan 5 tahun penjara, Kamis (20/7).

Nama Setya Novanto Tidak Muncul dalam Putusan Hakim Sidang Korupsi e-KTP
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua DPR Setya Novanto (tengah) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kedua kiri), Fahri Hamzah (kiri), Taufik Kurniawan (kanan), dan Agus Hermanto (kedua kanan) berjabat tangan usai memberikan keterangan kepada wartawan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka kasus E-KTP oleh KPK di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/7/2017). Dalam keterangannya Setya Novanto akan mengikuti prosedur perundang-undangan dan status tersangkanya tidak mempengaruhi konfigurasi kepemimpinan di DPR. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Dua terdakwa kasus korupsi KTP elektronik atau E-KTP, Irman dan Sugiharto, divonis masing-masing 7 tahun dan 5 tahun penjara, Kamis (20/7).

Vonis tersebut sesuai tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, kendati kedua terdakwa telah dinyatakan sebagai justice collabolator.

Pada vonis tersebut, nama penerima hasil korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011‑2012, tidak sebanyak yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum pada KPK.

Hakim tidak menyertakan nama Ketua DPR RI, Setya Novanto, yang saat ini telah berstatus tersangka.

Politikus Partai Golkar Markus Nari keluar dari gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Rabu (17/5/2017). Markus Nari diperiksa terkait dugaan kasus korupsi penerapan KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Politikus Partai Golkar Markus Nari keluar dari gedung KPK usai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Rabu (17/5/2017). Markus Nari diperiksa terkait dugaan kasus korupsi penerapan KTP elektronik. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Demikian juga nama‑nama, yang diduga menerima dana anggaran proyek E-KTP lainnya juga "menghilang", seperti mantan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi; mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mantan anggota DPR yang kini menjadi Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Ketua Pansus Hak Angket, Agun Gunandjar Sudarsa; Menteri Kehakiman, Yasonna Laoly; mantan anggota DPR yang kini jadi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan masih banyak lagi.

Dari sekian banyak anggota DPR RI yang sebelumnya disebut menerima anggaran E‑KTP, kini dalam putusan terdakwa Irman dan Sugiharto, hanya ada tiga nama yang menerima, yakni Miryam S Haryani dari Partai Hanura dan Markus Nari serta Ade Komaruddin dari Partai Golkar.

Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Irene Putrie mengakui, putusan hakim pada persidangan Irman dan Sugiharto hakim tidak menyertakan Setya Novanto dalam pasal penyertaan. Padahal, sejak dakwaan hingga tuntutan, jaksa yakin Setya Novanto adalah otak di balik korupsi E‑KTP tahun anggaran 2011‑2012.

Walau Setya Novanto tidak dinyatakan dalam pasal penyertaan, Irene menegaskan, hakim mengakui fakta pertemuan antara Setya Novanto dengan para terdakwa terkait pembahasan E‑KTP.

"Bahwa ada pihak‑pihak lain yang mewujudkan tindak pidana. Jadi fakta ada pertemuan dengan Setya Novanto kemudian tanggapan Setya Novanto itu dijelaskan," kata Irene, seusai persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis siang.

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e KTP, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (9/3/2017). Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sugiharto didakwa jaksa penuntut umum (JPU) KPK menerima uang dengan total sebesar Rp 60 miliar lebih. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan proyek e KTP, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman divonis 7 tahun penjara di Pengadilan Tipikor, Jakarta,  

Pada putusan Irman dan Sugiharto, hakim mengatakan bahwa kedua bekerja sama dengan mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, dan calon peserta lelang.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help