TribunJateng/

UU Pemilu

Baru 3 Hari Disahkan, UU Pemilu Langsung Digugat ke MK

Ketua Advokat Cinta Tanah Air Krist Ibnu T Wahyudi selaku kuasa hukum pemohon mengatakan, permohonan diajukan atas nama pribadi, yakni Habiburrokhman

Baru 3 Hari Disahkan, UU Pemilu Langsung Digugat ke MK
KOMPAS.COM/Sandro Gatra
Gedung Mahkamah Konstitusi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Undang-Undang Pemilu yang belum lama disahkan oleh DPR akan digugat ke Mahkamah Konstitusi, Senin (24/7/2017).

Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Krist Ibnu T Wahyudi selaku kuasa hukum pemohon mengatakan, permohonan diajukan atas nama pribadi, yakni Habiburrokhman.

Krist Ibnu mengatakan, permohonan pihaknya akan diajukan pukul 11.15 WIB di gedung MK, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Statemen lengkap jam 11.00 WIB (di MK) ya," kata Krist Ibnu saat dihubungi

Bagi pemohon, kata Krist Ibnu, UU Pemilu tersebut inkonstitusional. Namun demikian, Krist Ibnu tak menjelaskan pasal mana saja yang bertentangan dengan UUD 1945.

" UU pemilu tersebut Bertentangan dengan pasal 4, pasal 6A, pasal 28D ayat 1 dan ayat 3 UUD 45," kata dia.

Dihubungi terpisah, Juru bicara MK, Fajar Laksono mengatakan bahwa permohonan uji materi yang dapat diproses di MK adalah permohonan yang objek atau peraturannya sudah dinyatakan sah, baik secara materiil maupun formal.

Fajar mengatakan, secara teori RUU pemilu yang diketok palu oleh pimpinan DPR pada Jumat (21/7/2017) dini hari lalu itu sudah jadi undang-undang secara materiil.

Namun, bisa jadi belum dapat dikatakan sah secara formal. Sebab, Undang-Undang Pemilu tersebut perlu terlebih dahulu ditandatangani oleh Presiden.

"Untuk bisa diuji di MK, UU sebagai obyek permohonan tetap harus menunggu sampai UU itu sah secara formil dan materiil. Selama belum disahkan Presiden dan berlaku, maka (dapat dikatakan) belum ada obyek permohonan. MK tidak bisa menindaklanjuti permohonan tanpa obyek," kata Fajar.

Halaman
12
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help