TribunJateng/

Mahasiswi Asal Kyrgyzstan ini Rela Jualan Gelang di Semarang Demi Rumah Aira

Sejumlah 18 mahasiswa asing dari berbagai negara dan puluhan relawan lokal dari Semarang mengadakan kampanye untuk membantu Rumah Aira.

Mahasiswi Asal Kyrgyzstan ini Rela Jualan Gelang di Semarang Demi Rumah Aira
ISTIMEWA

 TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah 18 mahasiswa asing dari berbagai negara dan puluhan relawan lokal dari Semarang mengadakan kampanye untuk membantu Rumah Aira.

Rumah Aira adalah salah satu rumah singgah bagi penderita HIV/AIDS yang ada di Semarang.

Para mahasiswa itu tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Diponegoro Semarang, AIESEC UNDIP.

Mereka mengkampanyekan HEALution Project. Sebuah proyek sosial yang fokus pada kesehatan, dan kali ini mengambil tema communicable disease : HIV/AIDS.

“Tujuan utama kampanye ini yaitu untuk menshowcase project ini ke masyarakat Kota Semarang bahwa ada project sosial yang berfokus ke masalah kesehatan yang sedang berlangsung di Semarang,”ucap Aldi selaku ketua pelaksana dari HEALution Project, Minggu (23/7/2017).

Penggalangan dana yang nantinya akan di gunakan untuk membantu Rumah Aira berupa menjual gelang serta melakukan sesi foto bersama para pengunjung.

Kegiatan ini mendapat banyak dukungan dari masyarakat dengan terjualnya gelang Rumah Aira sebanyak lebih dari 200 gelang.

Seorang mahasiswa asing asing asal Kyrgyzstan mengaku takjub dengan respon warga Semarang terhadap kampanye tersebut.

“Actually now im really tired but really happy, because a lot of people bought our bracelet. I thought that no ones gonna buy but a lot of people bought that. It’s so good, because in my country we couldn’t sell it, I think no ones gonna buy because they don’t trust but in Indonesia it’s so good. I’m really happy now.”ucap Aika, salah satu peserta dari Negara.

( Sebenarnya saya merasa sangat lelah tapi sangat bahagia, karena banyak orang membeli gelang kita. Aku berfikir bahwa tidak aa orang yang ingin membelinya. Ini sangat bagus karena di Negaraku tidak bisa menjualnya, aku berfikir tidak ada orang yang ingin membeli karena mereka tidak percaya tapi di Indonesia sangatlah bagus. Aku sangat bahagia sekarang)

Halaman
12
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help