LIPUTAN KHUSUS

VIDEO LIPSUS Mengintip Aktivitas Wayang Orang Ngesti Pandowo di Belakang Panggung

Nama besar grup kesenian Wayang Orang (WO) Ngesti Pandowo sejak zaman kemerdekaan hingga kini masih bergaung

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Nama besar grup kesenian Wayang Orang (WO) Ngesti Pandowo sejak zaman kemerdekaan hingga kini masih bergaung. Meski ketenaran itu pasang surut seiring perkembangan zaman, Ngesti Pandowo terus berjuang keras untuk tetap eksis.

Kesenian Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang
Kesenian Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang (tribunjateng/yayan isro roziki)

Wayang Orang Ngesti Pandowo yang berdiri sejak 1 Juli 1937 hingga kini sudah beberapa kali pindah basecamp. Awal mula didirikan oleh Sastro Sabdo di Madiun Jatim tahun 1937 kemudian pindah ke Semarang 1949. Saat tahun 1954 Ngesti Pandowo menempati kompleks GRIS (Gedung Rakyat Indonesia Semarang) di Jalan Pemuda 116, saat ini menjadi Mal Paragon.

Tribunjateng.com mengadakan liputan khusus terkait Wayang Orang Ngesti Pandowo.

Liputan khusus: Geliat Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang
Liputan khusus: Geliat Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang (TRIBUNJATENG/YAYAN)

Pimpinan WO Ngesti Pandowo, Djoko Moeljono mengungkapkan, sudah tiga tahun ini pihaknya tidak lagi menerima bantuan dari pemerintah. Sejak saat itu, pengelola terus berupaya mencari dana talangan agar kelompok kesenian itu bisa tetap eksis.

Sebelumnya, Ngesti Pandowo selalu mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah sekitar Rp 200 juta per tahun. Terakhir kali kucuran dana diberikan pada 2014. Bantuan berhenti ketika ada kasus dana bansos diselewengkan.

"Praktis sejak 2014 Ngesti Pandowo sudah tidak lagi mendapat anggaran bantuan dari pemerintah," kata Djoko Moeljono ketika ditemui sedang menyiapkan pertunjukan memperingati HUT Ke-80 Ngesti Pandawa, di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), baru-baru ini.

Liputan khusus: Geliat Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang
Liputan khusus: Geliat Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang (tribunjateng/yayan isro roziki)

=================================
- Jumlah penonton pentas WO Ngesti Pandowo tiap pekan, Sabtu malam rata-rata 50 orang.
- Hal itupun membuat pengelola selalu defisit pada setiap pementasan
- Pemain WO Ngesti Pandowo tetap semangat meski hanya dibayar Rp 30 ribu-Rp 50 ribu tiap pentas.
=================================

Jumlah total pemain Ngesti Pandowo sekarang tercatat sekitar 100 orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, paling tua berusia 70 tahun dan termuda masih SMP. (tribunjateng/tim lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved