TribunJateng/

WOW! Ternyata MAJT Kondang hingga Tiongkok. Begini Masyarakat Negara Itu Memandangnya

Shun Wei menilai, masjid kebanggan masyarakat Jateng itu menarik untuk dikunjungi

WOW! Ternyata MAJT Kondang hingga Tiongkok. Begini Masyarakat Negara Itu Memandangnya
yukpiknik.com
Menara Al Husna MAJT 

TRIBUNJATENG.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Duta Besar (Dubes) Tiongkok untuk Indonesia, Mr Shun Wei De, mengunjungi komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Jalan Gajah Raya Kota Semarang, Sabtu (22/7).

Ia mengatakan sudah cukup mengenal masjid terbesar di Kota Lumpia itu.

“Walaupun baru pertama kali datang ke Jateng, khususnya ke Semarang, saya sudah banyak mendengar MAJT yang dikenal sampai di Tiongkok sebagai masjid inklusif dan cermin Islam damai. Alhamdulillah sekarang ini bisa berkunjung ke MAJT,” ungkapnya.

Shun Wei menilai, masjid kebanggan masyarakat Jateng itu menarik untuk dikunjungi. Pihaknya juga ingin membangun kerja sama dalam berbagai bidang, di antaranya bidang pendidikan, kebudayaan, dan perdagangan.

Menurut dia, dalam hal kebudayaan Islam antara Indonesia dengan Tiongkok terdapat warisan hubungan persahabatan. Hal itu membuat Tiongkok menjadikan Indonesia sebagai satu mitra terpenting.

Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Mr Shun Wei De didampingi sejumlah jajaran Dewan Pengurus Pelaksana (DPP) MAJT, berkeliling di pelataran MAJT, Sabtu (22/7/2017).
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Mr Shun Wei De didampingi sejumlah jajaran Dewan Pengurus Pelaksana (DPP) MAJT, berkeliling di pelataran MAJT, Sabtu (22/7/2017). (istimewa)

“Saat Laksamana Chengho ke Semarang, tidak hanya kerja sama di bidang perdagangan dan ekonomi, tapi meluaskan kerja sama kebudayaan, antara lain ada budaya Islam. Ini pula yang kami inginkan,” katanya.

Kedatangan Shun Wei ke MAJT adalah dalam rangkaian kunjungan menjalin hubungan kerja sama bilateral.

Ia menilai, MAJT tak hanya untuk ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan kebudayaan.

Ia berharap, kerja sama yang dijalin mampu menjadi pendorong hubungan Tiongkok dan Indonesia. Shun Wei pun menyatakan kekagum pada kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jateng. Utamanya dalam hal toleransi antarumat beragama.

Ketua Dewan Pengurus Pelaksana (DPP) MAJT Semarang, KH Noor Ahmad mengatakan, kehadiran Dubes Tiongkok memperkuat MAJT sebagai masjid bertaraf internasional, mendakwahkan Islam Nusantara yang toleran dalam pergaulan lintas budaya.

“Indonesia dan China mempunyai irisan budaya yang telah terbangun cukup lama, bahkan di antara pembawa ajaran-ajaran Islam di Indonesia adalah orang China, seperti Chengho,” paparnya.
Ia mengungkapkan, hingga kini MAJT dengan Pemerintah Tiongkok sebenarnya telah membuat kesepakatan bersama, di antaranya kerja sama bidang pendidikan dan budaya.

“Diharapkan dengan kehadiran Dubes dapat menambah beasiswa anak-anak yang akan belajar ke China. MAJT pun siap mencarikan beasiswa bagi calon mahasiswa China yang ingin belajar Islam di Indonesia,” ucapnya.

Noor Ahmad berharap, kehadiran Dubes Tiongkok di MAJT juga dapat memberi dampak untuk membangkitkan kembali interaksi budaya antara dua negara. (M Nur Huda)

Penulis: m nur huda
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help