TribunJateng/

Fadli Zon Akui Pansus Hak Angket Terkesan Melemahkan KPK

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, semakin jelas bagi partainya keluar dari Pansus angket KPK. Dia mengakui, Pansus terkesan melemahkan KPK

Fadli Zon Akui Pansus Hak Angket Terkesan Melemahkan KPK
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan, sejauh ini, Panitia Khusus (Pansus) Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum menemukan bukti yang signifikan dalam kunjungan ke Sukamiskin dan pemanggilan beberapa pihak.

Hal itu, menurut Fadli, juga menjadi alasan bagi partainya untuk keluar dari Pansus.

"Sehingga, Fraksi Gerindra melihat bahwa ini tidak menjadi pansus yang bisa efektif. Saya kira, itu salah satu alasannya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Baca: Fraksi Gerindra Keluar dari Pansus Angket KPK, Ada Apakah?

Ia mengakui, saat ini, Pansus memang terkesan melemahkan KPK. Namun demikian, ia menghormati keberadaan Pansus untuk terus melanjutkan tugasnya hingga masa waktu kerja berakhir.

Fadli membantah bila keluarnya Gerindra dari Pansus bertujuan menyudutkan partai pendukung pemerintah yang saat ini banyak tergabung di Pansus.

"Saya kira bukan (menyudutkan partai pendukung pemerintah) ya. Karena, kalau mau seperti itu, kenapa tidak dari awal? Kami lihatnya perjalanan kinerja saja. Ada silang pendapat juga di dalam seperti menemui koruptor tapi di sisi lain, itu jalan cari tahu apa yang sesungguhnya terjadi," lanjut Fadli.

"Tentu kami berikan keleluasaan pada Pansus untuk bekerja. Sambil melihat sejauh mana penyelidikan pansus ini bisa menghasilkan temuan yang signifikan atau tidak. Tapi keberadaan fraksi kami di sana dirasakan kurang diperlukan lagi kemudian fraksi menarik diri," lanjut dia.

Baca: Pansus Hak Angket KPK Ingin Temui Koruptor, Ini Alasannya

Partai Gerindra menarik diri dari keanggotaan panitia khusus hak angket KPK.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help