TribunJateng/

15 Turis Asal Belanda Naik Becak Susuri Kota Semarang, Ini yang Paling Mengesankan Mereka

Hellen Camp sesekali mengumbar senyum ke arah pengguna jalan saat sedang menaiki becak di kawasan Jalan Pemuda

15 Turis Asal Belanda Naik Becak Susuri Kota Semarang, Ini yang Paling Mengesankan Mereka
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang yang mengambil rute Hotel Santika-Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Toko Oen dan Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hellen Camp sesekali mengumbar senyum ke arah pengguna jalan saat sedang menaiki becak di kawasan Jalan Pemuda, Kota Semarang, Rabu (26/7).

Turis asal Belanda tersebut datang bersama empat belas rekannya lain untuk berwisata menyusuri berbagai lokasi di Kota Lumpia.

Mereka bertolak menggunakan becak dari Hotel Santika Premiere menuju ke beberapa spot, antara lain Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Kota Lama, Toko Oen, dan berakhir di Gereja Blenduk.

Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang yang mengambil rute Hotel Santika-Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Toko Oen dan Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7)
Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang yang mengambil rute Hotel Santika-Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Toko Oen dan Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7) (Tribun Jateng/hermawan handaka)

"Rasanya sangat nyaman, tapi saya sedikit takut karena lalu lintas di sini ramai," kata Hellen.

Berkunjung ke Indonesia, khususnya Semarang merupakan pengalaman yang pertama kali ini ia rasakan. Selama tiga minggu mereka juga akan pergi ke Wonosobo. Jogja, Blitar, Bromo, Bali, dan Lombok.

Saat berkunjung di Semarang, Hellen paling berkesan dengan sikap ramah yang ditunjukan oleh para warga setempat. "Banyak yang foto-foto kami," imbuhnya.

Ia sengaja memilih berkunjung ke Indonesia, khususnya Semarang karena menurutnya memilki hubungan serta kedekatan sejarah dengan negara asalnya, Belanda. Begitu pun banyak peninggalan dari nenek moyang dulu yang ingin mereka ketahui.

"Ini juga pengalaman pertama saya naik becak. Rasanya nyaman karena berjalan pelan jadi bisa lihat pemandangan sekitar," imbuhnya.

Sales Manager Santika Premiere Semarang, lia Indriana menjelaskan, kegiatan menyusuri kota Semarang merupakan permintaan langsung dari para turis.

Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang yang mengambil rute Hotel Santika-Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Toko Oen dan Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7).
Wisatawan asal Belanda terlihat menikmati City Tour Kota Semarang yang mengambil rute Hotel Santika-Sam Poo Kong, Lawang Sewu, Toko Oen dan Kawasan Kota Lama, Rabu (26/7). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)

Pihak hotel menuruti permintaan tersebut dengan menyediakan akomodasi, pemandu, serta petugas keamanan.

"Mereka sengaja memilih becak karena ingin menaiki salah satu alat transpotasi tradisional," imbuhnya.

Menurutnya, Ini merupakan layanan yang diberikannya hotel Santika Premiere kepada kelima belas turis asal Belanda tersebut. Kerjasama ini bahkan rutin digelar setiap tahunnya.

"Mereka datang ke sini dengan membawa rombongan yang berbeda-beda. Mereka memilih Indonesia dan Semarang karena darah Belanda ada di sini. Punya hubungan baik dengan Indonesia, seolah napak tilas," imbuhnya.

(*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help