FOCUS

Ngesti Iseng Sendiri

Malam itu, saya sengaja nongkrong, sembari menyeruput kopi di teras Gedung Ki Narto Sabdho, kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.

Ngesti Iseng Sendiri
tribunjateng/yayan isro roziki
Liputan khusus: Geliat Wayang Orang Ngesti Pandowo Semarang 

TRIBUNJATENG.COM - Pada suatu malam, tepatnya awal triwulan pertama tahun 2009, saya melakukan sebuah aktivitas yang masuk dalam kadar iseng saja.

Malam itu, saya sengaja nongkrong, sembari menyeruput kopi di teras Gedung Ki Narto Sabdho, kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.

Di dalam gedung megah itu, Wayang Orang Ngesti Pandowo--satu dari amat sedikit kelompok wayang orang di Indonesia yang masih bertahan--baru saja merampungkan pentas. Pentas rutin pada Sabtu malam.

Semua berjalan seperti biasa.

Angin malam juga berkesiur seperti lazimnya.

Menghadirkan dingin yang pekat.

ACHYAR M PERMANA wartawan Tribun Jateng
ACHYAR M PERMANA wartawan Tribun Jateng (TRIBUNJATENG/CETAK)

Sekira setengah jam kemudian, pentas pun rampung.

Satu per satu penonton keluar dari gedung, yang dinamai dengan nama salah legenda Ngesti Pandowo.

Pengendang cum dalang, Ki Narto Sabdho.

Saya pun mulai melakukan kegiatan--yang sungguh iseng--menghitung jumlah orang yang keluar dari gedung itu.

Halaman
1234
Penulis: achiar m permana
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved