TribunJateng/

SLB Negeri Semarang Sudah Menerapkan Lima Hari Sekolah Sejak Dua Tahun Lalu, Hasilnya . . .

Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang, Imam Wusono menegaskan sejak tahun 2015 lalu pihaknya sudah menerapkan sistem lima hari sekolah

SLB Negeri Semarang Sudah Menerapkan Lima Hari Sekolah Sejak Dua Tahun Lalu, Hasilnya . . .
Ratusan Anak Panti dan SLB Terbangkan Balon Harapan di Universitas PGRI Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang, Imam Wusono menegaskan sejak tahun 2015 lalu pihaknya sudah menerapkan sistem lima hari sekolah.

Penerapan ini (lima hari sekolah, red) tenyata dirasa sangat efektif. Terlebih bagi orangtua siswa yang setiap hari mengantar anaknya berangkat sekolah.

"Dengan menerapkan sistem lima hari sekolah. Bagi orangtua yang setiap hari harus mengantarkan anaknya yang berkebutuhan khusus, hal ini menjadi sangat efektif. Mereka jadi memiliki dua hari kosong yang bisa digunakan untuk pekerjaan lain di rumah. Dan anak yang di sekolah semakin banyak waktu untuk menambah ilmu," kata Imam, saat dijumpai Tribun Jateng di kantornya, Jalan Elang Raya No 2, Mangunharjo, Tembalang, Semarang, Kamis (27/6/2016).

Ia menuturkan, sejak tahun 2015 ada empat SLB Negeri di Jetang, sudah mulai diterapkan sistem sekolah lima hari oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sekolah tersebut adalah SLB Negeri Semarang, SLB Negeri Solo, SLB Negeri 1 dan 2 Pemalang.

Hingga tahun 2016, baru seluruh SLB Negeri dan Swasta di Jateng mulai menerapkan sistem lima hari sekolah ini.

Imam, mengatakan selama penerapan sistem tersebut, tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Baik orangtua maupun dari siswanya.

"Pada prinsipnya, di sini siwa tetap akan belajar seperti biasanya, dari hari Senin sampai Jumat hingga pukul 14.00. Setelah itu diselingi kegiatan ekstrakulikuler sesuai minat si anak. Jadi nggak ada yang namanya belajar di kelas sampai sore hari," pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Rochmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help