TribunJateng/

Grebeg Semanggi 2017 Bertema Perahu Rojo Molo, akan Ada Sendra Tari Kolosal

Pada perhelatan Grebeg Semanggi pada tahun ini, dipilih tema yaitu Perahu Rojo Molo

Grebeg Semanggi 2017 Bertema Perahu Rojo Molo, akan Ada Sendra Tari Kolosal
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – Festival Grebeg Semanggi akan diadakan di Kota Solo, mulai Sabtu (29/7). Pada perhelatan Grebeg Semanggi pada tahun ini, dipilih tema yaitu Perahu Rojo Molo.

Adapun, acara tersebut akan dimulai dengan pementasan sendra tari kolosal “Perahu Rojo Molo, mulai pukul 8 malam di lapangan Losari RW.2, Semanggi, Solo.

Hal itu diungkapkan oleh, Ketua Panitia Grebeg Semanggi 2017, Joko Wiranto, pada Jumat (28/7).
Ia menjelaskan, alasan pengambilan tema tersebut karena Perahu Rojo Molo memiliki arti dengan seni budaya, akan memperkuat kesatuan dan persatuan antar masyarakat Indonesia.

“Persatuan tersebut, tentu dengan mengedepankan 4 pilar yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita padukan itu semua,” ujarnya.

Ia mengatakan, pementasan tari kolosal “Perahu Rojo Molo” menjadi pembeda pada pagelaran Grebeg Semanggi tahun ini, karena pada pagelaran sebelumnya, tidak ada pementasan tari tersebut.

“Ini baru pertama kali, dan mudah mudahan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Solo bisa menjadi trade mark selanjutnya untuk kebudayaan Solo,” ujarnya.

Ia melanjutkan, di pementasan tari kolosan tersebut, 95% penari dan pengrawit adalah orang-orang dari kelurahan Semanggi.

“Dan selebihnya dibantu oleh beberapa teman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Total penampil ada 150 orang. Kami ingin memberdayakan orang-orang di kelurahan tersebut,” urainya.

Joko pun berharap, dengan persiapan yang telah dilakukan, pementasan Grebeg Semanggi tersebut bisa menjadi agenda tahunan kota Solo.

“Jadi tidak hanya agenda beberapa hari yang kalau sudah selesai ya sudah, namun ada kelanjutannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, Grebeg Semanggi 2017 akan diakhiri oleh pementasan Kirab Seni dan Budaya yang akan dilaksanakan di Lapangan Kenteng Rw 7 Semanggi dan diakhiri di Lapangan Losari.

“Untuk kirab sendiri, tidak hanya diikuti oleh warga RW setempat yang berjumlah 23, tapi juga diikuti berbagai komunitas yang ada di Solo,” ujar Joko. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help