TribunJateng/

PAN Tuding Jokowi Tak Jujur Terkait Presidential Threshold

Partai Amanat Nasional tuding Presiden Jokowi tak jujur tentang pernyataannya terkait ambang batas pencalonan presiden.

PAN Tuding Jokowi Tak Jujur Terkait Presidential Threshold
Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim
Suasana rapat paripurna pembahasan RUU Pemilu, Kamis (20/7/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Partai Amanat Nasional menyesalkan pernyataan Presiden Joko Widodo bahwa syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dalam Undang-Undang Pemilu merupakan produk DPR.

Sekretaris Fraksi PAN Yandri Suanto menegaskan, sejak awal, pemerintah yang mengusulkan draf UU Pemilu dengan ketentuan ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional.

"Itu tidak elok, tidak jujur juga Jokowi itu," kata Yandri di Jakarta, Sabtu (29/7/2017).

Bahkan, lanjut Yandri, pemerintah yang bersikukuh agar usul presidential threshold itu disetujui.

Baca: Mendagri: Sudah 2 Kali Pilpres Nggak Diprotes, Kenapa Sekarang Presidential Threshold Dibahas?

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo sampai mengancam akan menarik diri dari pembahasan RUU Pemilu apabila DPR menolak ketentuan presidential threshold yang diajukan pemerintah.

"Presiden tidak perlu salahkan DPR dan jangan buang badan," kata Anggota Pansus UU Pemilu ini.

Pada akhirnya, enam fraksi pendukung pemerintah, yakni PDI-P, Golkar, Nasdem, Hanura, PKB dan PPP menyetujui opsi presidential threshold yang diajukan pemerintah.

Baca: Baru 3 Hari Disahkan, UU Pemilu Langsung Digugat ke MK

Sementara, PAN bersama Gerindra, Demokrat, dan PKS yang mendukung presidential threshold dihapuskan kalah suara.

Halaman
12
Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help