TribunJateng/

Sweet Home

Widyanto Buat Dapur Berkonsep Terbuka dengan Pemandangan Alam

Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya.

Widyanto Buat Dapur Berkonsep Terbuka dengan Pemandangan Alam
tribunjateng/m sofri kurniawan
KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya. Widyanto, yang merupakan dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi Unnes, menerima tamu-tamu yang berkunjung sekadar silaturahim ataupun berdiskusi terkait perkuliahan maupun aktivitas lain yang digelutinya.

Dapur terbuka, yang berada di area belakang rumah ini terbilang unik. Tamu bisa memandang sungai yang mengalir dan pepohonan yang rimbun yang tumbuh di area belakang rumah. Ruang dapur ini terlihat lapang. Dengan mewujudkan konsep dapur seperti ini, ia pun bisa menuntaskan keinginannya untuk lebih mendekat ke alam.

“Tamu yang datang ke rumah, biasanya bisa sampai malam atau pagi hari. Agar tidak mengganggu istirahat istri saya, maka saya membuat konsep dapur outdoor. Saya persilakan tamu langsung ke dapur. Mereka bisa memasak sendiri makanan atau minuman yang diinginkan. Bisa menghidangkan masakan yang lebih panas, baru saja dimasak, tentu tamu akan lebih suka,” paparnya.

KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang.
KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang. (tribunjateng/m sofri kurniawan)

Rumah ini sudah ditempati Widyanto sejak 2007. Total luas lahan rumah ini sekitar 1.200 meter pesergi. Rumah ini terletak di Jalan Kavling Gebyok Nomor 51 RT 03 RW 03 Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

===============Data Rumah ================
Pemilik : Bapak Widyanto (Dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang)
Alamat: Jalan Kavling Gebyok Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
Luas : 1.200 meter pesergi
Kondisi Tanah : Berkontur landai
========================================

Kebetulan juga, Widyanto juga membuka rumah makan di tempat itu. Untuk menuju dapur, para tamu tidak harus masuk melalui pintu utama. Hal ini dikarenakan telah disediakan jalan khusus dari samping rumah menuju dapur. Di bawah area belakang rumah terdapat beberapa kolam ikan yang dapat dipancing secara langsung.

Selain untuk melayani tamu yang berkunjung ke rumah, dapur terbuka ini sengaja dikonsep sebagai tempat berkumpul ruang keluarga untuk santai. Ada beberapa perabotan yang memang sengaja diletakan di dapur, agar keluarga merasa nyaman saat beraktivitas di dapur.

KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang.
KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang. (tribunjateng/m sofri kurniawan)

“Terdapat rak lemari yang berisi buku-buku koleksi, tempat duduk bersandar dan televisi. Jadi, di dapur saya dan keluarga dapat bersantai membaca buku atau koran sambil menikmati pemandangan dan kesejukan di belakang rumah. Terkadang, saya juga menyelesaikan pekerjaan di meja makan. Ketika, anak-anak dan cucu berkumpul, dapur ini juga dijadikan tempat keluarga,” kata Widyanto.

Menempati lahan landai, struktur tanahnya dibuat berundak. Untuk area dapur ini dibangun dengan lantai cukup tinggi. Terdapat tangga khusus untuk turun menuju area bawah rumah. Di sisi dapur pun, ada lahan tanpa atap yang ditanami sayuran hidroponik. Sinar matahari bisa secara langsung memberikan penyinaran pada tanaman.

Untuk furnitur, ia sengaja memilih warna yang lebih lebih hangat. Ia mengecat sebagian perbaot dapur tersebut dengan warna coklat. "Warna ini terlihat lebih adem," katanya.

KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang.
KONSEP TERBUKA - Biasa menerima banyak tamu dalam keseharian, Widyanto dosen Unnes membuat konsep dapur terbuka yang bisa dinikmati tamu saat berkunjung ke rumahnya di Gunungpati Semarang. (tribunjateng/m sofri kurniawan)

Menyesuaikan konsep natural pada dapur, sejumlah perabot menggunakan bahan kayu, baik meja makan maupun rak-rak tempat peralatan makan. Perabot yang terdapat di dapur tersebut, ia desain sendiri.
"Meskpiun dapur terbuka ini cukup luas, namun saya tidak suka melihat barang-barang perlengkapan yang berantakan. Oleh karena itu, saya mencoba membuatkan lemari sebagai tempat peralatan dapur dan makan yang minimalis," terang Widyanto.

Lemari untuk perlengkapan dapur itu dibuat multifungsi berukuran besar dan memanjang.
Widyanto mengatakan hampir semua sudut rumahnya menggunakan sentuhan kayu seperti misalnya ruang tamu, mushala, ruang tidur, dan dapur. Ia mengatakan, konsep ide rumah bertema desain tropis yang diwakili dengan aksesoris bertajuk warna serat-serat kayu.

"Perabot material kayu memberikan kesan rileks. Untuk mendapatkan furniture rumah ini memang tidak pernah sampai mencari sampai jauh atau meluangkan waktu secara khusus. Biasanya waktu jalan-jalan, lalu melihat barang antik dan unik, bisa jadi membelinya,” ungkapnya. (tribunjateng/cetak/frn)

Penulis: Firna Larasanti
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help