Dibully Geng Teman Sekelas, Siswi SD Itu Kini Trauma Berat

Seorang siswi kelas 4 SD di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-teman di kelasnya.

Dibully Geng Teman Sekelas, Siswi SD Itu Kini Trauma Berat
tribunjateng/dok
ILUSTRASI siswi SD Seorang siswi kelas 4 SD di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-teman di kelasnya. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Seorang siswi kelas 4 SD di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh teman-teman di kelasnya.

Hal itu diungkapkan Noor Haniah, Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus, yang kini mendampingi korban. Menurut dia, korban diduga dipukul, ditindih dengan kursi, dan kemaluannya dimasuki penggaris besi hingga lecet.

Kejadian itu berlangsung di dalam kelas waktu jam pelajaran, pada tanggal 19 Juli 2017 lalu. Korban mendapat tindakan perundungan dan kekerasan lantaran tidak mau mengikuti kemauan dari ketua geng di kelas itu.

NGERI, Siswi SD di Kudus Ini Dibully Ditindih Kursi dan Organ Vital Ditusuk Penggaris.  foto Noor Haniah Ketua JPPA Kudus saat memberikan keterangan, Senin (31/7/2017)
NGERI, Siswi SD di Kudus Ini Dibully Ditindih Kursi dan Organ Vital Ditusuk Penggaris. foto Noor Haniah Ketua JPPA Kudus saat memberikan keterangan, Senin (31/7/2017) (TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI)

Dugaan sementara, pelaku sebanyak sembilan anak yang tergabung dalam satu geng yang diketuai seorang anak berinisial F.

"Saat kejadian guru tidak ada di kelas. Dia (guru-Red) hanya memberi tugas karena sedang ada rapat di kantor," terangnya, Senin (31/7).

Kasus itu, kata Haniah, saat ini masih didalami Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. "Kami hanya mendampingi korban maupun pelaku, karena mereka sama-sama masih di bawah umur," jelasnya.

Haniah menyatakan, kasus itu kini menjadi perhatian pihaknya, mengingat korban maupun pelaku masih anak-anak. “Kami mendampingi korban untuk melakukan visum. Selain itu kami akan memberikan assesment kepada korban maupun pelaku,” ucapnya.

Haniah mengatakan, pihaknya juga akan mengedukasi keluarga korban maupun keluarga pelaku. “Untuk teman sekelas korban maupun pelaku juga akan kami edukasi. Untuk kelas lain, bisa kolektif di sekolah itu akan kami edukasi,” paparnya.

Haniah berujar, pihaknya juga akan memberikan pengarahan kepada guru di sekolah, karena akibat lemahnya pengawasan dari guru terjadi aksi bullying dan kekerasan itu.

Kelalaian

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help