TribunJateng/

Jika Anak Anda Perlihatkan Tanda-tanda Seperti Ini, Waspada! Mungkin Dia Jadi Korban Bullying

Meski demikian, biasanya mereka akan menunjukkan beberapa perubahan perilaku yang berbeda dari kebiasannya sehari-hari.

Jika Anak Anda Perlihatkan Tanda-tanda Seperti Ini, Waspada! Mungkin Dia Jadi Korban Bullying
Tribun Jateng/Nur Rochmah
dr Innawati Jusuf Sp KJ 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Nur Rochmah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bisanya anak korban bullying tidak akan mengeluh kepada orangtua atau guru di sekolah. Hal ini dikarenakan ada perasaan takut dalam diri anak tersebut.

Meski demikian, biasanya mereka akan menunjukkan beberapa perubahan perilaku yang berbeda dari kebiasannya sehari-hari.

"Gangguan jiwa anak korban bullying biasanya tidak jelas. Kadang si anak tidak mau masuk sekolah selama beberapa hari, tidak mau makan, suka mengurung diri di kamar, dan menjadi pendiam," kata dr Innawati Jusuf Sp KJ, spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Undip, Selasa (1/8/2017).

Ia menambahkan, biasanya ada beberapa anak korban bully yang tingkat depresinya cukup tinggi, bisa mempunyai ide-ide bunuh diri.

Selain itu, depresi bagi anak yang pendiam dan tidak mau bercerita, ada yang nekat hingga menyakiti dirinya sendiri. Yakni, si anak akan menyayat-nyayat di beberapa bagian tubuhnya.

"Makanya kalau mulai tampak perubahan pada perilaku anak, segera mungkin tanyakan langsung ke anak tentang masalah yang ia hadapi. Jika dibiarkan, efek jangka panjang bagi korban bisa membuatnya semakin ketakutan secara emosional. Si anak jadi kurang percaya diri, rendah diri, hubungan sosial menjadi terganggu, dan di masa yang akan datang anak akan kesulitan mendapatkan pekerjaan," jelas Inna.

Cuplikan video yang dishare oleh akun Lambe Turah yang menunjukkan detik-detik bullying yang dilakukan terhadap seorang siswi SMP.
Cuplikan video yang dishare oleh akun Lambe Turah yang menunjukkan detik-detik bullying yang dilakukan terhadap seorang siswi SMP. (ist/facebook lambe turah)

Tentu peran orangtua dan guru di sekolah sangat penting. Harus peduli, karena tingkat bullying di sekolah ternyata mengalami peningkatan. Meski hal itu tidak begitu terasa.

Faktor lain dari dampak bullying adalah memunculkan perasaan tertekan atau stres pada diri seseorang.

Hal ini, tergantung kondisi mental si anak dan lingkungan tempat tinggalnya. Termasuk pola asuh dari orangtua.

"Oleh karena itu jangan hanya melihat dari satu sisi. Sebenarnya banyak faktor yang harus dilihat untuk penanganan mental anak bullying. Terpenting sih jangan tutup mata," tandasnya. (*)

Penulis: Nur Rochmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help