TribunJateng/

Wow, Knalpot Made In Purbalingga Bakal Pameran di Singapura

Keikutsertaan produk Knalpot Purbalingga pada kegiatan itu merupakan hadiah dari Presiden Jokowi yang mengapresiasi produk itu saat mengunjungi stan

Wow, Knalpot Made In Purbalingga Bakal Pameran di Singapura
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI/IST
produk knalpot Purbalingga pada pameran di Jakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Knalpot produksi pengrajin Purbalingga akan berkibar di kancah internasional.

Produk kerajinan tangan itu akan megikuti pameran tingkat ASEAN di Singapura.

Keikutsertaan produk Knalpot Purbalingga pada kegiatan itu merupakan hadiah dari Presiden Jokowi yang mengapresiasi produk itu saat mengunjungi stan pameran pada kegiatan APKASI beberapa waktu lalu.

Pameran internasional itu juga akan diikuti oleh 11 kabupaten/kota se Indonesia yang mempunyai produk Usaha Kecil Mikro (UKM) unggulan terpilih.

"Presiden saat berkunjung ke stan Purbalingga, sangat responsif dengan keberadaan knalpot Purbalingga. Beliau mengapresiasi knalpot Purbalingga bisa mendapat pengakuan secara nasional dan akan difasilitasi untuk masuk ke perusahaan-perusahaan otomotif multi nasional, termasuk PT Astra Group,"kata Bupati Purbalingga Tasdi, Selasa (1/8).

Pameran tersebut akan dilaksankan di Hotel Marina Beach, Singapura tanggal 18 -23 September 2017 mendatang.

Pada 4 Agustus, peserta dari Indonesia akan melakukan teknikal meeting di kementerian sekretariat kabinet.

Apresiasi terhadap produk unggulan Purbalingga tak hanya tertuju pada produk knalpot.

Tasdi mengungkapkan, dalam waktu dekat ini, Purbalingga juga diajak oleh kamar dagang dan insdustri (Kadin) untuk ikut hadir dalam simposium di Korea Selatan.

Purbalingga dianggap layak mengikuti simposium karena sebagai pusat pembuatan rambut palsu, bulu mata palsu dan kuku palsu yang telah mendunia.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi produktif di Purbalingga dan sekitarnya, pemerintah akan segera mengaktifkan Bandara Jenderal Besar Soedirman, sebelumnya bernama Wirasaba.

Presiden Jokowi, kata Tasdi, menjanjikan pada tahun 2020, bandara itu harus sudah operasional. Saat ini, pemerintah pusat tengah fokus menggarap Bandara di Tasikmalaya yang dilaksanakan oleh BUMN Angkasa Pura II

"Untuk pembangunan bandara tidak hanya asal membangun, namun dengan konsep yang matang sehingga diperlukan anggaran Rp 350-400 miliar," kata Tasdi. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: bakti buwono budiasto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help