TribunJateng/

FOTO Cut Nyak Dien Sebelum Wafat di Tempat Pengasingan di Sumedang

Di akhir hidupnya, Cut Nyak Dien Pahlawan Nasional tinggal di pengasingan di Sumedang, Jawa Barat.

FOTO Cut Nyak Dien Sebelum Wafat di Tempat Pengasingan di Sumedang
Facebook/Perpustakaan Nasional
Ini adalah foto terakhir Cut Nyak Dien, Pejuang Perempuan yang bernyali Singa di tempat pembuangannya di Sumedang (1904-1908) 

TRIBUNJATENG.COM- Siapa yang tak mengenal Cut Nyak Dien. Wanita pemberani ini merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang terkenal sangat gigih melawan Belanda.

Di akhir hidupnya, Cut Nyak Dien atau Cut Nyak Dhien tinggal di pengasingan di Sumedang, Jawa Barat. Setelah ditangkap Belanda, ia dirawat di Banda Aceh karena sakit encok dan rabun.

Namun karena khawatir pengaruhnya dapat membangkitkan semangat warga Aceh untuk perang, akhirnya wanita kelahiran tahun 1848 ini diasingkan di Sumedang.

Ia pun meninggal dunia di tempat pengasingan tersebut. Di usia tua, Cut Nyak Dien memang sudah sakit-sakitan.

Selama ini, sangat jarang diketahui bagaimana kondisi Cut Nyak Dien selama di pengasingan.
Namun hari ini, Rabu (2/8/2017), Laman Facebook Perpustakaan Nasional membagikan foto terakhir Cut Nyak Dien.

Terlihat, seorang wanita renta duduk di antara empat pria. Wajahnya menunduk seolah menahan sakit, dengan kedua tangan diletakkan di atas paha.

"Ini adalah foto terakhir Cut Nyak Dien, Pejuang Perempuan yang bernyali Singa di tempat pembuangannya di Sumedang (1904-1908). Beliau terlihat sudah mengalami gangguan kesehatan terutama penglihatannya tetapi sambil mengajar agama hingga akhir hayat. Belanda mengasingkan “Ratu Aceh” ini untuk mencegah pengaruhnya yang menyebarkan semangat perang pada rakyat Aceh. Cut Nyak Dien, pemimpin perang wanita di garis depan yang telah berhasil menghancurkan markas Belanda pada 11 Februari 1899. Sang Pahlawan Kesuma Bangsa ini wafat pada 6 November 1908 di tempat pembuangannya di Sumedang. Dari berbagai sumber," demikian ditulis Perpustakaan Nasional sebagai keterangan foto itu. (tribunjogja)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help