TribunJateng/

Kasus Narkoba

Kepala Lapas Batu Nusakambangan Dicopot, Ada Kaitan Apa dengan Aseng?

Kepala Lapas dan Kasat Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Batu, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dicopot dari jabatannya.

Kepala Lapas Batu Nusakambangan Dicopot, Ada Kaitan Apa dengan Aseng?
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Tipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto (kanan) menunjukkan barang bukti narkotika jenis ekstasi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/8/2017). Pengungkapan jaringan narkotik internasional (Belanda-Indonesia) dengan barang bukti 1,2 juta butir pil ekstasi, dua kilogram sabu dan tiga tersangka yaitu Liu Kit Tjung, Erwin Afianto serta M Zulkarnain (tewas karena melawan petugas). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kepala Lapas dan Kasat Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Batu, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah dicopot dari jabatannya.

Pemberhentian kedua pejabat itu merupakan tindak lanjut adanya pengendalian perdagangan narkoba dari Lapas Nusakambangan oleh terpidana kasus narkotika, Aseng.

"Dari kejadian ini, tentu harus ada yang bertanggung jawab," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Ma'mun, di Jakarta, Rabu (2/8).

Sebelumnya, Satuan Tugas Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 120 bungkus ekstasi oleh sindikat jaringan internasional dari Belanda.

Setelah dihitung, dari 120 bungkus tersebut, terdapat 1,2 juta butir ekstasi.

Tersangka pertama yang ditangkap, An Liy Kit Cung alias Acung, di Kecamatan Paku Haji, Tangerang. Ia mengaku dikendalikan oleh seorang narapidana di Lapas Nusakambangan bernama Aseng.

Dalam pengembangan kasus, petugas menangkap Erwin sebagai kurir di kawasan Alam Sutra. Ia juga mengaku dikendalikan oleh Aseng. Setelah itu, polisi meringkus Muhammad Zulkarnain yang tengah bertransaksi. Zulkarnain akhirnya meninggal dunia setelah ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Menurut Ma'mun, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, telah mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. "Dua tingkat yaitu KPLP dan Kalapas Batu Nusakambangan, mulai hari ini (Rabu kemarin--Red) mereka diberhentikan dari jabatannya," kata Ma'mun.

Seusai pemberhentian keduanya, Kementerian Hukum dan HAM akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan akan dilakukan oleh Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah.

Dipindahkan

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help