TribunJateng/

Operasi Tangkap Tangan Bupati Pamekasan

Sebagai Partai Pengusung, Begini Sikap Partai Demokrat Terkait Penangkapan Bupati Pamekasan

DPD Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan, OTT KPK kepada bupati Pamekasan merupakan persoanal personal dan tak terkait partai.

Sebagai Partai Pengusung, Begini Sikap Partai Demokrat Terkait Penangkapan Bupati Pamekasan
Istimewa
Bendera Partai Demokrat

TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur menegaskan, penangkapan Bupati Pamekasan Ahmad Syafii oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ada kaitannya dengan Partai berlambang mercy ini.

Sebab, bupati yang diusung Demokrat tersebut bukan pengurus partai Demokrat, baik di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) maupun DPD. Syafii hanya menjadi anggota biasa di Partai Demokrat.

“Kami pastikan, beliau bukan pengurus partai Demokrat di struktural manapun. Namun, kami turut prihatin dengan kejadian yang menimpa Pak Syafii,” kata Renville Antonio Sekretaris Demokrat Jatim, Rabu (2/8/2017).

Oleh karena itu, Partai Demokrat tidak bisa bersikap apapun terkait penangkapan Bupati Syafii oleh KPK siang tadi.

"Kami serahkan persoalan yang menimpa bupati Syafii itu kepada pihak hukum,” tandas anggota DPRD Jatim ini.

Demokrat merupakan partai pengusung utama pasangan Ahmad Syafii-Drs Halil dalam pilkada Pamekasan 2013.

Bersama PAN, PPP, dan PKS, Demokrat berhasil mengantarkan pasangan ini memimpin Pamekasan hingga 2018.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan penanganan kasus penggelapan alokasi dana desa 2015-2016 Kabupaten Pamekasan. Kasus itu ditangani Kejari Pamekasan.

KPK melakukan operasi penindakan sejak Selasa (1/8/2017) hingga Rabu (2/82017). Dalam operasi tangkap tangan (OTT), KPK kajari Pamekasan dan bupati Pamekasan. (Surya.co.id)

Editor: rika irawati
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help