TribunJateng/

Bupati Semarang Apresiasi Penataan Kawasan di Sekitar Rawa Pening untuk Menjadi Wisata Dunia

Mundjirin berharap jika Rawa Pening sudah bersih dan kawasan di sekitarnya telah ditata, maka dapat menjadi wisata nasional bahkan internasional

Bupati Semarang Apresiasi Penataan Kawasan di Sekitar Rawa Pening untuk Menjadi Wisata Dunia
Tribun Jateng/Suharno
Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang yang memiliki luas lebih dari 2.000 hektare saat digunakan untuk pengambilan gambar iklan produk Sido Muncul. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin menyambut antusias rencana Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang akan menata kawasan pemukiman di sekitar Rawa Pening.

Saat ini, dipaparkan Mundjirin, Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana sedang melakukan percepatan pembersihan Rawa Pening dari eceng gondok.

Bahkan BBWS Pemali Juwana telah menambah tiga kapal dredger atau pengeruk supaya Rawa Pening yang saat ini masuk dalam danau tidak sehat menjadi danau yang sehat.

"Setelah enceng gondok di Rawa Pening dibersihkan lalu tentunya danau ini mau diapakan. Dari Ditjen Cipta Karya ternyata mau membantu untuk melakukan penataan kawasan di sekitar Rawa Pening," papar Mundjirin, Jumat (4/8/2017).

Mundjirin menambahkan apabila di daerah lain dibuatkan master plan dan dikerjakan sendiri oleh pemerintah daerah, maka pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kementerian PUPR terkait penataan Rawa Pening.

"Kalau ada master plan maka kami serahkan kepada PUPR, sehingga dana APBD bisa digunakan membiayai kegiatan lainnya. Penataan kawasan sekitar Rawa Pening itu pasti dananya besar, tidak bisa dalam waktu satu tahun anggaran," sambungnya.

Mundjirin mengingatkan perlu dibuat master plan secara menyeluruh mengingat pemerintah provinsi maupun pusat sama-sama punya kewenangan terkait Rawa Pening.

"Jadi, jelas wewenangnya siapa atau mau dikerjakan oleh siapa, seperti Tlogowening itu kan provinsi. Sebaliknya kami mau menata Bukit Cinta (wilayah sekitar Rawa Pening) dan dianggarkan dana Rp 2-3 miliar tetapi ternyata ada dana besar dari PUPR ya sudah, andaikata seperti itu," ujarnya.

Mundjirin berharap jika Rawa Pening sudah bersih dan kawasan di sekitarnya telah ditata, maka dapat menjadi wisata nasional bahkan internasional.

"Jika sudah menjadi tempat wisata yang dikenal di mancanegara tentu nantinya juga hasilnya dapat dinikmati masyarakat sekitar Rawa Pening," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR bertemu dengan Bupati Semarang dan sejumlah kepala dinas Pemkab Semarang di Kantor Bupati Semarang, Jumat (4/8/2017).

Pertemuan tersebut untuk membahas penataan kawasan pemukiman yang berada di sekitar Rawa Pening. (*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help