TribunJateng/

Liga 2 Indonesia

Kalah Lawan Persibangga Purbalingga, Pelatih Anyar Persijap Jepara Salahkan Kinerja Wasit

Persijap Jepara kembali menelahan kekalahan di laga Liga 2 2017. Tim Laskar Kalinyamat gagalmeraih poin saat melawan Persibangga Purbalingga.

Kalah Lawan Persibangga Purbalingga, Pelatih Anyar Persijap Jepara Salahkan Kinerja Wasit
FACEBOOK/PERSIJAP JEPARA
Pemain Persijap berpose sebelum latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (13/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Persijap Jepara kembali menelahan kekalahan, dalam pertandingan Liga 2 2017. Tim Laskar Kalinyamat gagal menuntaskan misi meraih poin saat melawan Persibangga Purbalingga dalam lanjutan Grup 3, di Stadion Goentoer Darjono, Purbalingga, Kamis (3/8/2017).

Dalam laga itu, Persijap yang ditangani pelatih anyar, Carlos Raul Sciucatti, kalah 0-1. Gol kemenangan tuan rumah dicetak striker, Saptono di akhir babak pertama setelah memanfaatkan bola rebound.

Sciucatti mengaku kecewa dengan kinerja wasit. Menurutnya, pertandingan berjalan seimbang dan kedua tim menciptakan peluang.

"Wasit memberikan beberapa keputusan salah dan itu berpengaruh pada permainan di lapangan," ujar pelatih asal Argentina itu.

Sementara, hasil ini tak mengubah posisi Persibangga di dasar klasemen dengan 7 poin. Namun, setidaknya, skuat asuhan Achmad Muhariah pecah telur dan untuk pertama kali meraih kemenangan di kandang.

Dari 10 laga, Persibangga baru memetik dua kemenangan, sekali seri dan tujuh kali menelan kekalahan. Uniknya, satu kemenangan lain juga diraih atas Persijap saat berlaga di Jepara, putaran pertama lalu.

"Hasil yang sangat disyukuri, kami akhirnya meraih kemenangan di kandang. Mudah-mudahan, lewat hasil ini, anak-anak semakin percaya diri menghadapi sisa pertandingan," kata Achmad Muhariah, dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjateng.‎com.

Tak hanya tiga poin, bonus pun diberikan Bupati Purbalingga, H Tasdi yang menyaksikan langsung duel tersebut bersama jajaran Muspida tim di kaki Gunung Slamet tersebut. Total bonus Rp 15 juta diberikan langsung setelah pertandingan selesai.

"Anak-anak bekerja keras di lapangan. Ini hasil luar biasa dan semua elemen tim akan berusaha semaksimal mungkin hingga akhir musim," tegas legenda hidup PSIS Semarang tersebut. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help