TribunJateng/

Perusahaan Pakain Renang Tampilkan Model Berukuran Plus di Catwalk, Publik Australia Gaduh

Kemunculan model dengan kelebihan berat badan di catwalk menimbulkan perdebatan di Australia.

Perusahaan Pakain Renang Tampilkan Model Berukuran Plus di Catwalk, Publik Australia Gaduh
GETTY IMAGES via BBC Indonesia
Perdebatan ini terjadi setelah sejumlah model ukuran plus tampil dalam pertunjukan catwalk busana renang yang digelar oleh Sports Illustrated. 

TRIBUNJATENG.COM - Kemunculan model dengan kelebihan berat badan di catwalk menimbulkan perdebatan di Australia. Mereka yang kontra menganggap kehadiran para model di atas panggung mode itu bentuk mengagungkan obesitas.

Perdebatan ini terjadi setelah sejumlah model ukuran plus tampil dalam pertunjukan catwalk busana renang yang digelar Sports Illustrated.

Sebuah artikel opini di Daily Telegraph Sydney mengritik penggunaan model seperti itu sebagai "tidak bertanggung jawab". Sementara, seorang ahli kesehatan mengatakan, lewat tampilan itu, mereka mempromosikan pesan "berbahaya" tentang kesehatan.

Namun, sejumlah ahli lain mengatakan, catwalk harus mewakili semua bentuk tubuh.

Perdebatan tersebut disulut setelah kolumnis Soraiya Fuda menulis: "Jika industri fesyen memutuskan berhenti menggunakan mode-model yang tampaknya memaksakan diri menderita kelaparan sampai tinggal kulit dan tulang, mereka seharusnya tidak memilih untuk mempromosikan bentuk tubuh yang sama-sama tidak sehatnya".

(Baca: Ketika Para Istri Dokter Ini Jadi Model Dadakan Peragakan Rancangan Gregorius Vici)

Namun, saat berbicara di televisi lokal, editor Sports Illustrated, MJ Day mengatakan, "Kami telah membuat pernyataan yang sangat positif bahwa kecantikan bukanlah 'satu ukuran untuk semua'".

Sejumlah pakar kesehatan juga ikut dalam perdebatan sengit tersebut.

Dr Brad Frankum, Presiden Australian Medical Association di New South Wales mempertanyakan mengapa model obesitas tidak menyebabkan reaksi serupa terhadap model yang kekurangan berat badan.

"Jika seseorang berjalan menyusuri catwalk sambil merokok akan muncul protes keras karena itu akan menjadi pesan yang sangat tidak sehat," kata Dr Frankum kepada BBC.

Halaman
123
Editor: rika irawati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help