TribunJateng/

BPBD Kebumen Kirim Air Bersih ke 40 Desa Rawan Kekeringan

40 desa rawan kekeringan yang tersebar di 11 kecamatan menjadi sasaran pengiriman air bersih pada tahap pertama minggu ini

BPBD Kebumen Kirim Air Bersih ke 40 Desa Rawan Kekeringan
BPBD Kebumen
Petugas BPBD saat melayani air bersih ke warga di desa Totogan Karangsambung. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen mulai mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang sudah mengalami kekurangan air bersih pada musim kemarau ini.

40 desa rawan kekeringan yang tersebar di 11 kecamatan menjadi sasaran pengiriman air bersih pada tahap pertama minggu ini.

BPBD sebelumnya telah melaksanakan dropping air bersih di tiga kecamatan. Di wilayah Kecamatan Karangsambung, armada tangki air bersih disebar ke Desa Totogan sebanyak 3 tangki, Karangsambung 2 tangki dan Kaligending 1 tangki.

Sementara di Kecamatan Sempor, air bersih didistribusikan ke Desa Bejiruyung 2 tangki, Sampang 1 tangki dan Donorojo 1 tangki.

Di Kecamatan Sruweng, distribusi bantuan air bersih menyasar ke Desa Karangjambu 1 tangki, Tanggeran 2 tangki dan penusupan 2 tangki.

"Jadwal droping akan terus berkembang baik jumlah desa maupun jumlah tangki. Sesuai dengan perkembangan musim kemarau yang semakin lama semakin berkurang stok air bersihnya,"ujar Kepala Pelaksana BPBD Kebumen, Eko Widianto, Senin (7/8).

Pemkab Kebumen telah menyediakan anggaran dari APBD Rp 315 juta, atau setara dengan 1.600 tangki air bersih, untuk mendukung kegiatan dropping tersebut.

Tersedia 8 armada mobil tangki yang disiapkan untuk melayani dropping air bersih ke desa-desa rawan. 5 tangki di antaranya milik BPBD Kebumen, 1 tangki milik PDAM, 1 tangki milik Dinas DPU PR dan 1 mobil tangki cadangan dari BPBD Kebumen.

Kepala Seksi Penanganan Kedaruratan BPBD Kebumen Uko Ferdianto menambahkan, berdasarkan data dropping air bersih pada 2015, terdapat 96 desa rawan kekurangan air bersih di Kebumen.
Jumlah itu mengalami pengurangan pada tahun 2017 ini karena ada 7 desa di antaranya yang telah tercukupi airnya melalui jaringan PDAM atau Pamsimas.

Sebagian besar daerah rawan tersebut berada di wilayah pegunungan bagian utara. Sebagian kecil lainnya terdapat di wilayah selatan, yakni di Kecamatan Ayah, Buayan dan Rowokele.

Dropping air bersih hanyalah solusi bersifat sementara. Untuk penanganan jangka panjang, kata Uko, pemerintah melakukan program pipanisasi serta pembangunan embung di daerah-daerah rawan untuk memasok air bersih.
Tahun 2017 ini, 5 embung di daerah-daerah rawan telah berhasil dibangun Pemkab Kebumen.

Selain itu, program penanaman pohon juga terus digalakkan ke masyarakat.

"Berbagai upaya pipanisasi telah dilakukan baik melalui program Pamsimas oleh dinas PUPR dan pipanisasi oleh BPBD menggunakan dana siap pakai. Namun belum bisa mengatasi masalah kekurangan air bersih," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help