TribunJateng/
Home »

Jawa

Pemuda Asal Purbalingga Ini Gelapkan Uang Rp 5 Miliar untuk Judi Online dan Bangun Showroom

Seorang bendahara di sebuah perusahaan pengembang perumahan, Arif Hidayat, ditangkap jajaran personel reskrim Polres Sleman atas kasus penggelapan.

Pemuda Asal Purbalingga Ini Gelapkan Uang Rp 5 Miliar untuk Judi Online dan Bangun Showroom
tribunjateng/dok
ilustrasi uang rupiah. 

TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - Seorang bendahara di sebuah perusahaan pengembang perumahan, Arif Hidayat (26), ditangkap jajaran personel reskrim Polres Sleman, belum lama ini.

Arif diduga menggelapkan uang perusahaan hingga mencapai miliaran rupiah.

Warga Purbalingga ini ketahuan menggelapkan uang setelah pihak perusahaan melakukan audit.

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudi Satria mengatakan, pelaku diberi kepercayaan untuk memegang cek perusahaan.

"Tapi, kepercayaan itu malah disalahgunakan. Pelaku memalsukan tanda tangan direktur utama dan menarik sejumlah uang dari bank untuk kepentingan pribadi," jelasnya, Senin (7/8/2017).

(Baca: MENGEJUTKAN, Ini Pengakuan Oknum Guru Tersangka Penggelapan 42 Mobil di Kudus)

Selama kurun waktu dua tahun, Arif menggerogoti uang perusahaan hingga Rp 5,1 miliar.

Dari pengakuannya, uang itu digunakan untuk membeli barang elektronik dan perlengkapan rumah, di antaranya, AC, TV LED, dan laptop.

Ia juga menggunakan uang itu untuk bersenang-senang dan dihabiskan untuk judi online.

"Penelusuran kami, dari perbuatannya, dia bahkan bisa mendirikan showroom motor di Purbalingga. Di sana, kami menemukan ada delapan motor dijual," jelasnya lagi.

(Baca: Polisi Terus Dalami Penggelapan Uang Ratusan Jamaah Umrah, Cari Uang Hasil Kejahatan Eko)

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Rony Are menjelaskan, tersangka menarik uang di bank dengan alasan untuk kebutuhan kantor, semisal untuk membeli bahan material.

"Tersangka melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan, pasal 374 tentang penggelapan, dan kami juga menjeratnya dengan Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang money laundry .dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tandasnya. (tribunjogja.com)

Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help