TribunJateng/

150 Driver Berjaket Hijau Kawal Satpol PP Magelang Tutup Kantor Gojek

Pemerintah Kota Magelang menutup kantor Go-Jek di Jalan Kolonel Sugiyono Magelang, Rabu (9/8/2017).

150 Driver Berjaket Hijau Kawal Satpol PP Magelang Tutup Kantor Gojek
KOMPAS.com/Ika Fitriana
Ratusan pengemudi GoJek memadati kantor mereka di Jalan Kolonel Sugiono Kota Magelang saat Satpol PP menuturp kantor tersebut, Rabu (9/8/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang menutup kantor GoJek di Jalan Kolonel Sugiyono Magelang, Rabu (9/8/2017). Penutupan dilakukan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat.

Penutupan mendapat pengawalan pengemudi ojek oline tersebut. Tak kurang 150 pengemudi GoJek berjaket hijau memadati kantor mereka sejak pagi, sebelum petugas Satpol PP datang. Kedatangan mereka sebagai aksi solidaritas terhadap perusahaan tempat mereka mengais rejeki.

Kepala Satpol PP Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana, menyatakan, penutupan kantor ojek daring itu ditempuh setelah pihaknya melayangkan beberapa kali surat peringatan kepada manajemen bahwa mereka belum mengantongi izin.

“Kami menutup kantor tersebut karena mereka belum punya izin. Langkah ini sebagai penegakan Perda No 6 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum. Dalam Pasal 16 menyebutkan, sebuah usaha harus memiliki izin," kata Singgih.

(Baca: Dimarahi Wali Kota Salatiga, GoJek Langsung Hentikan Rekruitmen Hingga . . .)

Proses penutupan berlangsung tertib. Singgih menilai, manajemen ojek online bersikap kooperatif sehingga mereka dengan kesadaran menutup kantor mereka sendiri.

Saat itu, Singgih dan jajarannya diterima tim manajemen, didampingi Kepala Polsek Magelang Tengah, pengacara Hasan Suryoyudho, perwakilan Koramil dan Dinas Perhubungan setempat.

"Mereka kooperatif sehingga kami tidak perlu menyegel kantornya," ujar Singgih.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Magelang, Otros Trianto, menegaskan, penutupan dilakukan sudah sesuai ketentuan. Pihaknya terlebih dahulu menegur secara lisan pihak manajemen pada 17 Juli 2017.

Kemudian pada 19 Juli 2017, pihaknya telah memanggil manajemen ke kantor Satpol PP dan meminta mereka segera mengurus izin hingga tuntas sebelum beroperasi.

(Baca: Kisah Driver Gojek Cantik Kehujanan Hingga Basah Kuyup, Netizen: Luar Biasa!)

Dia menyebutkan, pihaknya hanya menutup kantor manajemen dan perekrutan pengemudi ojek online, bukan aplikasinya. Sebab, penutupan aplikasi adalah kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Otros mengatakan, dalam proses izin tersebut mutlak diperlukan surat rekomendasi dari kepala daerah. Pihaknya pun mendorong agar pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan mediasi agar menghasilkan titik temu.

"Legalitas itu perlu. Harapan kami segera ada pertemuan dengan pihak angkutan konvensional, bagaimanalah agar ada sinergi bersama, demi melayani kebutuhan transportasi masyarakat," ucapnya. (Kompas.com)

Berita ini sudah tayang di Kompas.com, Rabu (9/8/2017), dengan judul: Satpol PP Tutup Kantor Go-Jek Magelang

Editor: rika irawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help