TribunJateng/

Bagaimana Ini, Kebutuhan Garam Nasional 4 Juta Ton Tapi Produksi Hanya 1,8 Juta Ton

Setelah diputuskan lokasi pembangunannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya tugas membangun tanggul untuk bantu menggenjot

Bagaimana Ini, Kebutuhan Garam Nasional 4 Juta Ton Tapi Produksi Hanya 1,8 Juta Ton
Tribunnews.com
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kelangkaan jadi pangkal melejitnya harga garam bikin pemerintah pusing kepala. Pemerintah pun sempat sibuk mencari lahan untuk bangun pabrik industri garam baru sebelum akhirnya diputuskan Teluk Kupang sebagai lokasi pembangunan parbik.

Pembangunan pabrik garam baru itu untuk menambah pasokan produksi garam yang hanya mencapai 1,8 juta ton per tahun. Padahal, konsumsi garam dalam negeri mencapai 4 juta ton per tahunnya. Di Indonesia, praktis hanya pengusaha dalam negeri dan PT Garam sebagai perwakilan dari BUMN saja yang memproduksi komuditas itu.

Di sisi lain, keputusan pemerintah untuk membangun pabrik garam di Teluk Kupang karena janji investor asing yang hendak masuk ke Indonesia seperti angin lalu. Bahkan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut jika investor tersebut hanya omong doang. Ia pun dibikin kesal dengan investor asing yang ingin bangun pabrik pengolahan garam di Indonesia.

"Iya investor itu omdo (omong doang) saja enggak masuk-masuk," ujar Luhut di gedung BPPT, Jakarta, Selasa (8/8)

Sebelumnya, Chatheem Garam Indonesia sudah berkomitmen untuk membangun pabrik manufaktur garam. Namun perusahaan asal Australia itu tidak juga bekerja memproduksi garam yang kapasitasnya bisa mencapai 300 ribu ton per tahun.

Setelah diputuskan lokasi pembangunannya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) punya tugas membangun tanggul untuk bantu menggenjot produksi garam. Luhut memaparkan melalui teknologi dan tanggul dalam jangka waktu dua tahun, produksi garam sudah bisa memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Bahkan kata Luhut garam yang diproduksi bisa sampai diekspor.

"Kita lagi hitung. Mungkin kita bisa sampai ekspor," ungkap Luhut.

GARAM - Tasman, petambak garam Desa Menco, Wedung, Demak memanen garam di tambaknya, Selasa (1/8/2017).
GARAM - Tasman, petambak garam Desa Menco, Wedung, Demak memanen garam di tambaknya, Selasa (1/8/2017). ()

Pabrik di Jateng

Di Jateng, sejumlah pabrik garam skala besar bakal dibangun di beberapa kabupaten. Pembangunan pabrik besar tersebut sebagai upaya untuk menopang kebutuhan garam nasional.

“(Pabrik) sudah feasibility study, dan itu kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT),” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pekan lalu.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help