TribunJateng/

Kalah Saing dengan Gojek, Begini Muhid Tukang Ojek Pangkalan Hidupi Keluarganya

Muhid (37) tetap memilih menekuni sebagai tukang ojek pangkalan meski saat ini persaingan ketat datang dari Gojek atau Ojek Online. Bahkan menurutnya

Kalah Saing dengan Gojek, Begini Muhid Tukang Ojek Pangkalan Hidupi Keluarganya
tribunjateng/magang UIN
Muhid (37) tetap memilih menekuni sebagai tukang ojek pangkalan meski saat ini persaingan ketat datang dari Gojek atau Ojek Online. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Muhid (37) tetap memilih menekuni sebagai tukang ojek
pangkalan meski saat ini persaingan ketat datang dari Gojek atau Ojek Online. Bahkan menurutnya
banyak penumpang langganan dia yang beralih memilih Gojek.

"Dulu waktu belum ada Gojek, seharian bisa ramai banyak penumpang Mbak. Sekarang sepi," kata
Muhid kepada tribunjateng.com, 5 Agustus 2017 di Pos Ojek Karya Jasa, kelurahan Tambakaji,
kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Sejak tahun 2007, bapak dua anak ini sudah bekerja sebagai tukang ojek pangkalan. Ia di Tambakaji
biasa mangkal untuk menunggu penumpang.

Muhid menunggu penumpang di pangkalan ojek
Muhid menunggu penumpang di pangkalan ojek (TRIBUNJATENG/mahasiswa magang UIN)

Karena pendapatan terus menurun, Muhid juga menekuni kerja di kerajinan mebel.

Menurutnya, bekerja sebagai ojek pangkalan hanya sampingan. Setiap hari Senin sampai Jumat ia
gunakan untuk bekerja di pabrik, sedang Sabtu dan Minggu menjadi ojek pangkalan.

"Dulu saya asli ngojek, nggak ada sampingan lainnya. semenjak ada ojek online, saya pindah ke
pabrik. Semua pekerja ojek pangkalan menyebar. Ada yang ke gojek, pabrik, berdagang dan lain-
lain," terangnya.

Tidak jauh dari ojek online, sebelum menjadi anggota ojek pangkalan terlebih dahulu diwajibkan
mendaftar.

Saat itu untuk menjadi anggota ojek pangkalan bayar Rp 6 juta. Pendaftar akan mendapatkan kartu
anggota.

Tukang ojek harus pakai sepatu, mempunyai dua helm, mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi) dan
STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) menjadi syarat wajib saat mengantarkan penumpang.

Tidak ada ketentuan khusus bagi tahun keluaran sepeda motor. Tukang ojek pangkalan hanya
diharapkan mempunyai kendaraan sendiri yang sehat. Sepuluh tahun Muhid menjalani profesi
sebagai tukang ojek pangkalan. (tribunjateng/Naela Intan Fitriyani/Mahasiswa UIN Magang)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help