TribunJateng/

KASUS NARKOBA

KISAH Emilia SMP Hamil Duluan, Ngepil dan Nyabu Bareng Suami Saat Anak Tidur

Sambil menangis dan rambut panjang hitam terurai menutupi wajah, Emilia (19) menceritakan kisah hidupnya penuh liku. Masih SMP sudah hamil duluan kemu

KISAH Emilia SMP Hamil Duluan, Ngepil dan Nyabu Bareng Suami Saat Anak Tidur
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Sambil menangis dan rambut panjang hitam terurai menutupi wajah, Emilia (19) menceritakan kisah hidupnya penuh liku. Masih SMP sudah hamil duluan kemudian nikah siri dan ngepil serta nyabu bareng suami. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sambil menangis dan rambut panjang hitam terurai menutupi wajah, Emilia (19) menceritakan kisah hidupnya penuh liku. Masih SMP sudah hamil duluan kemudian nikah siri dan ngepil serta nyabu bareng suami.

BACA: (

Baca: KISAH PILU Balita dari Wanita Penyelundup Sabu ke Mapolrestabes Semarang. Tiap Malam Panggil Nama. .)

Kini Ervian (20) sang suami sudah ditahan di Mapolrestabes Semarang karena kasus sabu. Malah Emilia menyusul karena tertangkap menyelundupkan sabu dalam nasi bungkus ke rumah tahanan Polrestabes Semarang. Lengkap sudah, pasangan muda ini semua mendekam di rumah tahanan. Sementara anaknya masih usia 3,5 tahun dititipkan kepada neneknya.

Ditemui tribunjateng.com di Mapolrestabes Semarang, Emilia tampak sedih. Dia mengaku kanget banget sama anaknya. Karena hal itu dia sering tak bisa menahan tangis. Dia tak menduga bakal mengalami nasib begini.

Dituturkannya, Emilia mengaku mengenal Ervian semula dikenalkan teman satu sekolahnya. Dirinya menikah dengan Ervian tahun 2014 dan telah dikaruniai anak. Saat ini anaknya berusia 3,5 tahun.

"Saya menikah saat duduk SMP. Saya dengan Ervian statusnya masih menikah siri karena hamil duluan. Selain itu Arvian tidak punya KTP," terangnya saat dikunjungi Tribunjateng.com di Mapolrestabes Semarang, Kamis (10/8/2017).

Arvian hari-hari mengamen. Selama menikah siri, mereka masih tinggal bersama orangtuanya.

"Ibu saya pedagang sayur. Bapak saya berprofesi sebagai juru kunci makam," imbuh warga Randusari tersebut.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help