TribunJateng/

Nelayan Jepara Ingin Kebijakan Larangan Cantrang Segera Direalisasikan

Nelayan di Kabupaten Jepara menginginkan kebijakan larangan cantrang segera dilaksanakan

Nelayan Jepara Ingin Kebijakan Larangan Cantrang Segera Direalisasikan
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Kapal milik nelayan bersandar di pantai Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara, Kamis (10/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Nelayan di Kabupaten Jepara menginginkan kebijakan larangan cantrang segera dilaksanakan.

Pasalnya, dengan adanya nelayan yang menangkap ikan dengan cantrang di perairan Jepara merusak nelayan lain yang tidak menggunakan cantrang.

Kasman (67), nelayan asal Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara menuturkan, banyak nelayan lokal Jepara yang mengeluhkan atas beroperasinya kapal penangkap ikan dengan cantrang.

"Jaring dan jebak rajungan kami rusak. Kalau tidak rusak ya hilang kesangkut cantrang," keluhnya saat ditemui Tribun Jateng, Kamis (10/8/2017).

Dia mengatakan, keluhan tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait.

"Sudah disampaikan cuma tidak ada tindakan," katanya.

Dirinya menginginkan kebijakan pelarangan cantrang segera direalisasikan. Karena, menurutnya, selain merusak alat tangkap ikan juga merusak ekosistem bawah laut.

"Ikan rucah, rajungan yang masih kecil ikut keangkut semua kapal cantrang," kata dia.

Menanggapi perpanjangan penggunaan cantrang sampai akhir tahun 2017, dirinya menginginkan tidak ada toleransi lagi bagi kapal cantrang.

"Semula pernah dilarang, tapi kabarnya dibolehkan sampai akhir tahun ini. Lihat saja setelah itu diperpanjang lagi atau tidak," kata dia.

Sementara Solikul Hadi, Ketua Forum Nelayan Jepara Utara menuturkan, keberadaan kapal cantrang yang menangkap ikan di perairan Jepara mayoritas dari luar daerah.

"Untuk kapal cantrang milik orang Jepara memang ada meski jumlahnya sedikit. Sekitar 11 kapal," katanya.

Meski begitu, dia berharap Peraturan Menteri nomor 2 tahun 2015 tentang penggunaan alat tangkap cantrang segera dilaksanakan. Karena, imbuhnya, banyak nelayan yang was-was dengan adanya cantrang.

"Alatnya pada rusak. Kalau memang cantrang tidak diperbolehkan ya segera direalisasikan biar nelayan bisa melaut dengan nyaman," pungkasnya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help