TribunJateng/

Setujukah Anda Jika Tarif Tol Bawen-Tingkir Rp 1.000 per Kilometer?

PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola jalan tol masih melakukan pembahasan dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait tarif jalan tol ruas

Setujukah Anda Jika Tarif Tol Bawen-Tingkir Rp 1.000 per Kilometer?
tribunjateng/suharno
Direktur Utama PT TMJ selaku pengelola jalan tol Semarang - Solo, Yudhi Krisyunoro saat melakukan pemaparan di acara temu pelanggan TMJ. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola jalan tol masih melakukan pembahasan dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) terkait tarif jalan tol ruas Bawen, Kabupaten Semarang - Tingkir, Kota Salatiga.

Direktur Teknik dan Operasi TMJ, Ali Zaenal Abidin mengatakan pihaknya mengusulkan tarif jalan tol Bawen-Tingkir, yakni Rp 1.000 perkilometer.

"Kami mengusulkan untuk tarif Bawen-Tingkir yakni Rp 1.000 perkilometer ke BPJT. Tarif ini belum final dan masih dikaji oleh BPJT," kata Ali saat ditemui di acara Temu Pelanggan TMJ di rest area jalan tol Semarang - Ungaran kilometer 22, Kamis (10/8/2017).

Jalan tol Bawen di Kabupaten Semarang ke Tingkir Kota Salatiga, sudah difungsikan sejak Minggu (18/6/2017). Jalan tol Bawen-Tingkir sepanjang 17,6 kilometer dibuka 24 jam.
Jalan tol Bawen di Kabupaten Semarang ke Tingkir Kota Salatiga, sudah difungsikan sejak Minggu (18/6/2017). Jalan tol Bawen-Tingkir sepanjang 17,6 kilometer dibuka 24 jam. (TRIBUNJATENG/SUHARNO)

Jika nantinya TMJ dan BPJT sudah sudah sepakat terkait tarif ruas Bawen-Tingkir, Ali mengatakan usulan tarif tersebut akan dikirimkan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk dibuatkan keputusan tarif.

Terkait besarnya usulan tarif ini, Ali mengatakan berdasarkan adanya kemungkinan dana investasi yang harus dikeluarkan.

Dana investasi tersebut yakni, pemasangan borepile untuk mengatasi pergerakan tanah di wilayah Bukit Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Selain itu, juga ada pembangunan overpass PT Perkebunan Nasional (PTPN), Bawen dan sipon atau saluran air yang melewati bawah jalan seperti permintaan warga, di wilayah Polosiri, Bawen.

"Kalau jadi, nantinya kami juga akan melebarkan jalan raya Suruh-Tingkir yang berhubungan langsung dengan pintu tol Tingkir. Jadi, total tambahan dana investasi mencapai Rp 165 miliar," tandasnya.

Pada acara temu pelanggan ini, dipaparkan Direktur Utama PT Trans Marga Jateng, Yudhi Krisyunoro, untuk mendengarkan masukan, saran dan kritikan dari para pelanggan jalan tol.

"Acara ini, merupakan acara tahunan. Dari acara ini kami ingin mendengar masukan, saran hingga kritikan supaya kedepannya, kami dapat melayani masyarakat lebih baik lagi," paparnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help