TribunJateng/

Tren Tanning, Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan ke Indonesia

Sejumlah pelayanan kesehatan di Indonesia dinilai mampu menjadi daya tarik untuk meningkatkan jumlah wisatawan

Tren Tanning, Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan ke Indonesia
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Ketua Perdoski Semarang, Dr Diah Adriani, SpKK (K),membuka kegiatan Simposium Prakonas, dalam rangka Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), di Crowne Plaza, Kamis (10/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah pelayanan kesehatan di Indonesia dinilai mampu menjadi daya tarik untuk meningkatkan jumlah wisatawan.

Guru Besar Universitas Sriwijaya, Prof Dr Theresia L Toruan mengatakan, perkembangan dunia medis saat ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien.

Namun, juga bisa menjadi pendongkrak pariwisata yang mulai dipopulerkan beberapa negara.

"Beberapa negara sudah menjadikan sejumlah pelayanan kesehatan itu menjadi daya tarik wisata. Misalnya tootache tourism, plastic surgery tourism, dan lain sebagainya," jelas dia, disela-sela Simposium Prakonas dalam rangka Kongres Nasional XV Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski), di Crowne Plaza, Kamis (10/8/2017).

Satu negara yang dinilai mampu mempopulerkan pelayanan kesehatan dan menjadi daya tarik wisata itu adalah Korea Selatan.

Tak sedikit masyarakat dari negara lain datang ke Korea Selatan untuk mendapatkan pelayanan medis tersebut.

"Karena sekarang banyak orang yang mau membuat hidungnya lebih mancung, atau pipinya lebih halus," kata dia.

Di Indonesia pun, kata dia, mampu menjadikan pelayanan kesehatan itu sebagai daya tarik bagi wisatawan asing.

Kelebihan masyarakat Indonesia yang memiliki kulit sawo matang yang diidamkan masyarakat berkulit putih dapat melalui tanning atau membuat kulit lebih gelap.

"Indonesia ini identik masyarakatnya berkulit sawo matang. Melalui tanning itu bisa menjadi daya tarik," ujarnya.

Sedikitnya terdapat 400 orang peserta yang mengikuti yang dilaksanakan rutin tiga tahun sekali tersebut.

Ketua Perdoski Semarang, Dr Diah Adriani, SpKK (K), mengatakan penyelenggaran kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kongres Nasional XV Perdoski.

Beragam dokter ahli kulit di seluruh Indonesia diundang untuk hadir mengikuti pelaksanaan kegiatan yang akan berlangsung 10-13 Agustus 2017.

"Tidak hanya dokter spesilis kulit saja, dokter umum juga ikut serta dalam kegiatan tersebut," ujar dia.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengangkat tema soal antihistamine yang saat ini merupakan zat yang sering digunakan dalam dunia kedokteran.

"Diharapkan dengan pembahasan mengenai antihistamine ini mengurangi penyalahgunaan, karena ada guideline (petunjuk) yang harus digunakan," ujar dia.(*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help