TribunJateng/

500 Peserta dari Seluruh Indonesia Ikuti Seminar dan Pameran Fasilitas Kesehatan

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) menggelar acara seminar dan pameran fasilitas kesehatan

500 Peserta dari Seluruh Indonesia Ikuti Seminar dan Pameran Fasilitas Kesehatan
Tribun jateng/Alexander Devanda Wisnu
Bambang Wibowo sedang melihat alat yang dipamerkan di stand pameran kesehatan di Patra Hotel dan Convention Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alexander Devanda Wisnu P

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) menggelar acara seminar dan pameran fasilitas kesehatan.

Acara tersebut membahas mengenai standard fasilitas yang harus digunakan oleh rumah sakit. Jumat,(11/08/2017)

Acara tersebut digelar di Patra Hotel dan Convention Semarang yang berlokasi di jl Sisingamangaraja, Semarang, Jawa Tengah. Acara yang digelar tiap tahunnya diikuti oleh sekitar 500 peserta yang berasal dari pulau Jawa dan luar pulau jawa.

Selain seminar dan pameran fasilitas kesehatan, juga diadakan workshop membahas mengenai isu-isu yang berkembang di rumah sakit satu diantaranya yaitu isu kalibrasi dan perijinan.

Masyhudi, ketua panitia acara seminar dan pameran fasilitas kesehatan sekilagus direktur utama dari Rumah Sakit Islam Sultan Agung mengatakan seminar dan pameran diselengarakan supaya rumah sakit memiliki fasilitas sesuai standar.

"Kami adakan acara ini supaya rumah sakit yang ada di Indonesia khususnya di daerah dapat tahu standar fasilitas rumah sakit sekarang. Kami juga mengadakan workshop untuk menangani isu-isu yang sedang berkembang sekarang ini seperti fraud, kalibrasi dan regulasi" ujar Masyhudi saat diwawancara.

Ia menambahkan acara tersebut juga akan terdapat pemilihan ketua untuk Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik rumah Sakit ( MAKERSI) Jawa Tengah.

"Kami juga akan memilih ketua PERSI dan MAKERSI Jawa Tengah yang akan kami selenggarakan pada jumat 11/08 pada acara CEO Forum" tambahnya.

Di kesempatan itu juga, Bambang Wibowo merupakan Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan mengungkapkan rumah sakit harus berhadapan pada persoalan pelayanan dengan pemanfaatan teknologi informasi.

"Menurut saya teknologi Informasi merupakan sesuatu hal yang memiliki nilai positif dan negatif. Jika pelayanan memanfaatkan teknologi informasi rumah sakit akan mendapatkan keuntungan yang lebih.

Namun akan berbalik 180 derajat jika tidak memanfaatkan pelayanan berbasis teknologi informasi" ungkap Bambang Wibowo.

Satu diantara peserta yang ditemui saat sedang melihat pameran kesehatan, Adi Kusbiantoro merupakan peserta yang berasal dari Rumah Sakit Baptis Kediri menuturkan acara tersebut menguntungkan untuk menambah pengetahuan mengenai fasilitas kesehatan.

" Saya senang mengikuti kegiatan seminar dan pameran fasilitas kesehatan dapat mengetahui mengenai alat-alat kesehatan yang ada.

Banyak ilmu yang saya dapatkan dari seminar dan workshop-workshop mengenai isu di Rumah Sakit selama ini" pungkas Adi Kusbiantoro. (*)

Penulis: Alexander Devanda Wisnu P
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help