TribunJateng/

Diserang Gerombolan Monyet, Begini Imbauan BKSDA bagi Warga Sepakung Kabupaten Semarang

Kera ekor panjang memiliki sifat populasi yang cepat. Seekor monyet betina bisa beranak tiga hingga lima kali dalam setahun dalam satu koloni.

Diserang Gerombolan Monyet, Begini Imbauan BKSDA bagi Warga Sepakung Kabupaten Semarang
TRIBUN JATENG/SUHARNO
Seorang petani di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, memeriksa ladang yang diserang gerombolan kera, Jumat (118/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah telah menurunkan tim Satgas Konflik Manusia dengan Satwa Liar ke Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Koordinator Satgas Suhariono mengatakan tim tersebut dikirim untuk melihat langsung kerusakan lahan pertanian warga oleh serangan monyet.

"Kami juga akan mengumpulkan data-data di lapangan sebagai dasar untuk mengambil tindakan terhadap serangan hama kera ekor panjang," ungkapnya, Jumat (11/8/2017).

Menurut Hariono, kewenangan BKSDA hanya sebatas mengusulkan tindakan berdasarkan data dan temuan di lapangan.

Selain mendasarkan pada data-data di lapangan, laporan resmi Pemerintah Desa Sepakung kepada BKSDA juga dibutuhkan.

Laporan ini harus rinci menyangkut luasan lahan pertanian yang terdampak, jumlah kawanan kera yang terlihat, termasuk perkiraan jumlah kerugian yang ditimbulkan.

"Maka kami juga menyarankan Kepala Desa Sepakung untuk secepatnya menyampaikan laporan tersebut ke BKSDA Jawa Tengah selain data yang kami himpun di lokasi," sambungnya.

Setelah data dan laporan masuk, akan ditindaklanjuti dengan observasi lapangan.

Tujuannya melihat daya dukung alam, semisal populasi kera liar yang ada dan luas habitat yang tersedia.

Halaman
12
Penulis: suharno
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help