TribunJateng/

Ini Dia Program Terbaru dari Danamon yang Bertabur Hadiah

Di tengah melambatnya ekonomi global, perolehan dana pihak ketiga (DPK) Bank Danamon Jateng-DIY tumbuh hanya 5,58 persen pada semester I 2017.

Ini Dia Program Terbaru dari Danamon yang Bertabur Hadiah
tribunjateng/m zainal arifin
KINERJA - Regional Consumer Head Sales and Distribution Bank Danamon Jateng-DIY, Maria Handayani, berbincang dengan Enterprise Banking Team Head Danamon Jateng-DIY, Alex Candra, saat menyampaikan paparan kinerja semester I 2017. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah melambatnya ekonomi global, perolehan dana pihak ketiga (DPK) Bank Danamon Jateng-DIY tumbuh hanya 5,58 persen pada semester I 2017. Tercatat, Danamon memperoleh Rp 5,65 triliun dari sebelumnya Rp 5,35 triliun pada semester I 2016.

Rendahnya perolehan DPK tersebut, membuat Bank Danamon merevisi strategi bisnisnya pada semester II 2017 ini dengan memperbesar porsi perolehan CASA yang meliputi tabungan dan giro hingga 44 persen.

"Kami mulai fokus menggarap dana murah meliputi tabungan dan giro (CASA) pada semester II tahun 2017 ini. Rasio prosentase dana murah itu mencapai 44 persen," kata Regional Consumer Head Sales and Distribution Bank Danamon Jateng-DIY, Maria Handayani, dalam paparan kinerja semester I 2017 di Ikan Bakar Cianjur (IBC) Kota Lama Semarang, Kamis (10/8/2017).

Untuk meningkatkan perolehan dana murah, Bank Danamon menawarkan hadiah untuk menarik minat nasabah. Yaitu dengan pengundian tabungan nasabah yang dikunci selama 3 bulan.

"Kami ada program hadiah Lock and Lock untuk tabungan yang dikunci dengan saldo Rp 6 juta dan Rp 12 juta," ucapnya.

Secara nasional, Bank Danamon justtu mencatat pertumbuhan fee income hingga Rp 566 miliar atau tumbuh 6 persen dibandingkan tahun 2016. Namun, pertumbuhan tersebut mayoritas didukung oleh kontribusi keuntungan dari anak perusahaan Danamon yaitu Adira Insurance yang tumbuh 9 persen.

Upaya meningkatkan perolehan DPK melalui dana murah itu nantinya tentu akan dikuti adanya peningkatan penyaluran kredit Bank Danamon. Dari kinerja semester I, penyaluran kredit Bank Danamon Jateng-DIY justru menunjukan kinerja yang tidak memuaskan.

Penyaluran kredit Bank Danamon Jateng-DIY mengalami penurunan dari Rp 6,96 triliun pada semester I 2016 lalu menjadi Rp 6,19 triliun pada semester I 2017.

"Secara keseluruhan, penyaluran kredit kami di Jateng-DIY turun 10,93 persen (year on year). Dilihat pada kuartal I, juga turun 2,34 persen," kata Enterprise Banking Team Head Danamon Jateng-DIY, Alex Candra.

Ia memaparkan, portofolio kredit Danamon terus bergeser menuju segmen non-mass matket. Danamon membukan pertumbuhan pada segmen usaha kecil dan menengah (UKM), enterprisr dan mortgage.

Secara nasional, kredit pada segmen UKM tumbuh 9 persen menjadi Rp 26,7 triliun. Sedangkan portofolio enterprise yang terdiri dari perbankan korporasi, komersial dan institusi keuangan, tumbuh 6 persen menjadi Rp 37,1 triliun.

"Sementara kredit kepada segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) turun 32 persen menjadi Rp 8,5 triliun karena kompetisi dan permintaan yang menurun," tandasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help