TribunJateng/

Johannes Marliem Penyayang Orangutan, Inilah Kampus Tempat Saksi Kunci Kasus E-KTP Itu Kuliah

Johannes Marliem kemudian bekerja di sebuah perusahaan besar di Minneapolis, masih di wilayah Minnesota.

Johannes Marliem Penyayang Orangutan, Inilah Kampus Tempat Saksi Kunci Kasus E-KTP Itu Kuliah
FACEBOOK/JOHANNES MARLIEM
Johannes Marliem 

TRIBUNJATENG.COM, LOS ANGELES - Tak banyak yang tahu ikhwal jatidiri Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP yang dikabarkan tewas di Los Angeles, Amerika Serikat.

Di situs resmi perusahaannya, Marliem.com, Johannes Marliem disebutkan lahir dan tumbuh besar di Indonesia.

Tanggal lahirnya tak diketahui, kalau Tribunjateng.com merujuk pada akun media sosial miliknya, kemungkinan besar pada tahun 1978 atau berusia 39 tahun.

Setelah mendapat pengalaman kerja dengan menjalankan bisnis keluarga, Johannes Marliem memutuskan kuliah di Amerika Serikat, tepatnya di University of Minnesota.

Johannes Marliem kemudian bekerja di sebuah perusahaan besar di Minneapolis, masih di wilayah Minnesota.

Dia memiliki ketertarikan besar terhadap dunia teknologi informasi (IT).

Kampus Universitas Minnesota, Amerika Serikat
Kampus Universitas Minnesota, Amerika Serikat (US NEWS)

Johannes Marliem kemudian mendirikan firma marketing Marliem Consulting pada 2006 yang berkantor di Minneapolis dan Jakarta.

Johannes menyebut fokus bisnisnya adalah mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan pemerintahan di Indonesia.

Dia menyatakan punya kontrak senilai 600 juta dolar AS dengan perusahaan pembuat sistem identifikasi biometrik untuk digunakan di Indonesia.

Pada foto-fotonya dan sejumlah unggahan di media sosial, Johannes Marliem diketahui seorang penyayang binatang, khususnya orangutan.

Dalam dakwaan jaksa di kasus korupsi e-KTP, Johannes Marliem disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek e-KTP.

Proyek ini menyeret sejumlah anggota parlemen dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help