TribunJateng/

Malam Jumat Kliwon Dipilih Museum Keris untuk Menghadirkan Para Empu, Ini Alasannya

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan malam Jumat Kliwon maupun malam Selasa Kliwon merupakan waktu yang sakral untuk membuat pusaka

Malam Jumat Kliwon Dipilih Museum Keris untuk Menghadirkan Para Empu, Ini Alasannya
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Keris Kyai Tenggoro, satu keris unggulan di Museum Keris, Solo. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - UPT Museum Dinas Kebudayaan Solo, sebagai pengelola Museum Keris, berencana mengajak masyarakat untuk menonton cara pembuatan keris.

Caranya, adalah dengan menghadirkan beberapa empu pembuat keris masa kini yang berada di Solo dan sekitarnya, sehingga para empu tersebut dapat mempraktekkan cara membuat keris di halaman Museum Keris.

Begitu diungkapkan Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan Solo, Bambang MBS, Jumat (11/8).

Ia menjelaskan, kegiatan yang rencananya bakal berlangsung 2 bulan sekali itu diilhami dari pernyataan Mendikbud Indonesia, Muhadjir Effendy yang menganggap Museum Keris bisa menjadi tempat edukasi masyarakat, terutama terkait pembelajaran sejarah dan budaya di Indonesia.

"Pak Menteri sudah mendorong hal itu. Katanya, museum ini sangat layak untuk pembelajaran, khususnya bagi mereka yang haus tentang sejarah dan budaya Indonesia. Maka pembelajaran seperti ini menjadi penting. Orang-orang akan bisa melihat pembuatan keris secara lebih dekat," katanya.

Ia menerangkan, kegiatan menghadirkan beberapa empu untuk mempraktekkan cara membuat keris di halaman Museum Keris rencananya akan dilakukan pada setiap malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon, setiap 2 bulan sekali.

Menurutnya, hal tersebut dikarenakan malam Jumat Kliwon maupun malam Selasa Kliwon merupakan waktu yang sakral untuk membuat pusaka.

"Bagaimanapun, membuat pusaka, semisal keris, tidak bisa seenaknya saja," urainya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menjelaskan, pihaknya akan melakukan rapat dengan Dinas Kebudayaan Solo.

"Apabila semua pihak menyetujui kegiatan yang bersifat edukasi ini, langsung bisa segera diselenggarakan. Agar masyarakat, khususnya yang ada di Solo bisa teredukasi terkait pembuatan keris," ungkapnya.

Bambang pun berharap, dengan adanya kegiatan menghadirkan empu untuk mempraktekkan cara membuat keris di Museum Keris, generasi penerus di Indonesia, khususnya Solo dan sekitar bisa lebih termotivasi untuk belajar sejarah dan budaya.

"Modernisasi penting sekali, tapi seperti kata Pak Presiden, kita tidak boleh meninggalkan sejarah, apalagi sejarah yang bisa dipelajari kembali," tuturnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help